Senin, 18 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Dinkes Tulungagung Gelar Imunisasi Campak, Merespons Angka Suspect Tinggi

Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menggelar outbreak response immunization (ORI) Campak di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/David Yohanes
MENYUNTIKKAN VAKSIN - Petugas medis menyuntikkan vaksin campak ke salah satu anak di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada kegiatan outbreak response immunization (ORI) Campak, Rabu (1/4/2026). Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melakukan ORI campak karena angka suspect (dugaan) kasus campak di desa ini cukup tinggi.  

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menggelar outbreak response immunization (ORI) Campak di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Rabu (1/4/2026).

Imunisasi ini dilakukan sebagai respons tingginya angka suspect (dugaan) campak di desa ini.

ORI campak ini menyasar sekitar 350 balita tanpa melihat status vaksinasi sebelumnya.

“Kami lakukan ORI karena temuan suspect campak lebih tinggi dibanding daerah lain,” ungkap Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, dr Aris Setiawan.

Lanjutnya, kasus suspect campak yang dilaporkan Januari hingga Maret 2026 sebanyak 44 orang.

Dari jumlah ini, 1 orang dinyatakan positif campak pada Januari 2026.

Rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI dan WHO untuk Tulungagung, diminta melakukan Kejar Vaksin Campak yang menyasar balita usia 9-59 minggu.

“Sasarannya balita yang belu melakukan vaksinasi campak, atau yang vaksinasinya belum lengkap,” jelas Aris.

Pasien positif campak di awal tahun saat ini sudah sembuh dan kembali pulih.  

Sementara Desa Ringinpitu sendiri ada 6 suspect yang saling berhubungan secara epidemiologi.

Karena kondisi ini, Dinkes memutuskan melakukan ORI campak khusus di desa ini.

“Sebenarnya rekomendasi Kementerian yang ORI campak itu Sumenep sama Jember, kita tidak. Namun untuk satu desa ini kita lakukan ORI,” tegasnya.

Baca juga: Dinkes Tulungagung Evakuasi ODGJ ke RSJ Karena Serang Adik Kandungnya Dengan Senjata Tajam

Tahun 2025, ada 20 suspect campak di Januari dan Februari.

Lalu ditemukan 1 kasus positif campak pada Maret 2025.

Sedangkan saat ini kasus suspect campak tahun ini tertinggi di Januari, kemudian kasusnya terus turun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved