Operasi Ketupat Semeru 2026
Hasil Operasi Ketupat di Tulungagung, Terjadi 28 Kasus Kecelakaan dan Jalur Wisata Sepi
Satlantas Polres Tulungagung menangani 28 kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026, 13-25 Maret 2026
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
Ringkasan Berita:
- Satlantas Polres Tulungagung menangani 28 kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026, 13-25 Maret 2026.
- Dari 28 kecelakaan ini menyebabkan 3 orang meninggal dunia, dan 50 orang mengalami luka ringan.
- Kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan kerugian material sebesar Rp 27 juta karena kerusakan kendaraan
TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Satlantas Polres Tulungagung menangani 28 kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026, 13-25 Maret 2026.
Dari 28 kecelakaan ini menyebabkan 3 orang meninggal dunia, dan 50 orang mengalami luka ringan.
Kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan kerugian material sebesar Rp 27 juta karena kerusakan kendaraan.
“Jumlah kecelakaan ini terjadi dalam rentang 13 hari pelaksanaan operasi ketupat,” jelas Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila.
Sementara kepadatan kendaraan di wilayah kota pada puncak arus mencapai 18.000 kendaraan lebih.
Rinciannya 12,066 sepeda motor per jam dan 6,588 mobil per jam.
Jalur paling padat di Jalan Patimura ke arah barat dengan 4.088 sepeda motor per jam dan 2.079 mobil per jam.
Disusul jalur ke arah utara Jalan Panglima Sudirman dengan 3.199 sepeda motor per jam dan 2.044 mobil per jam.
Kemudian jalur ke selatan Jalan Ki Mangun Sarkoro dengan 2.480 sepeda motor per jam dan 1.210 mobil per jam.
Terakhir jalur ke timur Jalan Mayor Sujadi dengan 2.299 sepeda motor per jam dan 1.255 mobil per jam.
“Hasil analisa, volume kendaraan di tengah kota meningkat dibanding tahun lalu, tapi kendaraan lokal,” sambung Taufik.
Baca juga: Arus Balik Lebaran 2026 di Daop 7 Masih Padat, KAI Beri Diskon Tiket hingga 1 April
Secara umum lalu lintas selama arus mudik dan balik tahun 2026 juga lebih lancar dibanding tahun 2026.
Meski volume kendaraan meningkat, namun titik kemacetan berkurang.
Kemacetan hanya terjadi di simpang tiga Jetakan dan simpang empat Cuwiri pada H-1 dan H+1 lebaran.
“Kemacetan bisa kami urai dengan rekayasa lampu lalu lintas. Waktu yang ke timur dan barat ditambah, sementara yang dari utara dikurangi,” papar Taufik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/polisi-tulungagung-Dorong-mobil-mogok.jpg)