Selasa, 9 Juni 2026

Operasi Ketupat Semeru 2026

Hasil Operasi Ketupat di Tulungagung, Terjadi 28 Kasus Kecelakaan dan Jalur Wisata Sepi

Satlantas Polres Tulungagung menangani 28 kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026, 13-25 Maret 2026

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Polres Tulungagung
MENDORONG MOBIL - Personel Satlantas Polres Tulungagung mendorong mobil warga yang mogok di simpang tiga Ngujang Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur saat Operasi Ketupat Semeru 2026. Jumlah kendaraan yang melintas saat puncak lebaran di wilayah kota mencari 12.000 per jam. 

Ringkasan Berita:
  • Satlantas Polres Tulungagung menangani 28 kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026, 13-25 Maret 2026.
  • Dari 28 kecelakaan ini menyebabkan 3 orang meninggal dunia, dan 50 orang mengalami luka ringan.
  • Kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan kerugian material sebesar Rp 27 juta karena kerusakan kendaraan

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Satlantas Polres Tulungagung menangani 28 kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026, 13-25 Maret 2026.

Dari 28 kecelakaan ini menyebabkan 3 orang meninggal dunia, dan 50 orang mengalami luka ringan.

Kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan kerugian material sebesar Rp 27 juta karena kerusakan kendaraan.

“Jumlah kecelakaan ini terjadi dalam rentang 13 hari pelaksanaan operasi ketupat,” jelas Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila.

Sementara kepadatan kendaraan di wilayah kota pada puncak arus mencapai 18.000 kendaraan lebih.

Rinciannya 12,066 sepeda motor per jam dan 6,588 mobil per jam.

Jalur paling padat di Jalan Patimura ke arah barat dengan 4.088 sepeda motor per jam dan 2.079 mobil per jam.

Disusul jalur ke arah utara Jalan Panglima Sudirman dengan  3.199 sepeda motor per jam dan 2.044 mobil per jam.

Kemudian jalur ke selatan Jalan Ki Mangun Sarkoro dengan 2.480 sepeda motor per jam dan 1.210 mobil per jam.

Terakhir jalur ke timur Jalan Mayor Sujadi dengan 2.299 sepeda motor per jam dan 1.255 mobil per jam.

“Hasil analisa, volume kendaraan di tengah kota meningkat dibanding tahun lalu, tapi kendaraan lokal,” sambung Taufik.

Baca juga: Arus Balik Lebaran 2026 di Daop 7 Masih Padat, KAI Beri Diskon Tiket hingga 1 April

Secara umum lalu lintas selama arus mudik dan balik tahun 2026 juga lebih lancar dibanding tahun 2026.

Meski volume kendaraan meningkat, namun titik kemacetan berkurang.

Kemacetan hanya terjadi di simpang tiga Jetakan dan simpang empat Cuwiri pada H-1 dan H+1 lebaran.

“Kemacetan bisa kami urai dengan rekayasa lampu lalu lintas. Waktu yang ke timur dan barat ditambah, sementara yang dari utara dikurangi,” papar Taufik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved