Senin, 8 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Nelayan Pantai Popoh Tulungagung Masih Dapatkan Solar Bersubsidi, Berharap Tak Terdampak Konflik

nelayan Pantai Popoh Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tidak merasakan dampak perang Iran

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/David Yohanes
SANDAR DI PELABUHAN - Sejumlah kapal nelayan sandar di Pelabuhan Perikanan Popoh di Desa Besole, Kecamatan Besuki di saat tidak musim ikan. Para nelayan berharap peran Iran dan penutupan Selat Hormus tidak mempengaruhi pasokan solar untuk melaut.  

Ringkasan Berita:
  • Para nelayan Pantai Popoh Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tidak merasakan dampak perang Iran, berkaitan dengan pasokan solar.
  • Penutupan Selat Hormuz sempat dikhawatirkan membuat kiriman bahan bakar terhambat, dan menyulitkan pasokan solar untuk nelayan.
  • Menurut Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Popoh, Mohammad Sadat, sampai saat ini para nelayan masih bisa membeli solar

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Para nelayan Pantai Popoh Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tidak merasakan dampak perang Iran, berkaitan dengan pasokan solar.

Penutupan Selat Hormuz sempat dikhawatirkan membuat kiriman bahan bakar terhambat, dan menyulitkan pasokan solar untuk nelayan.

Menurut Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Popoh, Mohammad Sadat, sampai saat ini para nelayan masih bisa membeli solar.

“Memang selama 2 bulan ini banyak kapal besar yang tidak melaut karena cuaca kurang bagus. Tapi nelayan-nelayan kecil masih melaut, mereka masih bisa beli solar,” ujarnya.

Saat ini data kasar jumlah nelayan di Pantai Popoh Tulungagung lebih dari 300 orang.

Dari jumlah ini mayoritas adalah kapal-kapal ukuran kecil.

Untuk kebutuhan bahan bakar mesin diesel kapal, para nelayan membeli solar bersubsidi.

“Kami dapat rekomendasi dari otoritas pelabuhan agar bisa membeli solar bersubsidi. Pemberian rekomendasi juga dilakukan dengan ketat, tidak sembarangan,” sambung Sadat.

Berbekal rekomendasi ini, para nelayan membeli solar subsidi di SPBU Ngentrong Kecamatan Campurdarat atau SPBU Tanggulkundung di Kecamatan Besuki.

Setiap nelayan mendapatkan kuota 60 liter solar untuk satu kali pembelian.

Alokasi solar ini tidak mencukupi untuk kapal besar ukuran 15 GT yang memerlukan 200 liter hingga 250 liter untuk sekali melaut.

“Biasanya kami belinya bersama-sama untuk saling mencukupi. Yang penting sesuai aturan, jangan sampai disalahgunakan,” ujarnya.

Baca juga: Puncak Arus Balik Kedua Pelabuhan Ketapang Diprediksi 28-29 Maret, Baiknya Hindari

Saat musim ikan, pembelian solar dilakukan 2 kali sehari.

Namun karena lebih banyak kapal kecil yang jalan, pembelian solar dilakukan sporadis sesuai kebutuhan.

Sadat berharap perang Iran tidak mempengaruhi pasokan solar untuk para nelayan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved