Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
Nelayan Pantai Popoh Tulungagung Masih Dapatkan Solar Bersubsidi, Berharap Tak Terdampak Konflik
nelayan Pantai Popoh Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tidak merasakan dampak perang Iran
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
Ringkasan Berita:
- Para nelayan Pantai Popoh Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tidak merasakan dampak perang Iran, berkaitan dengan pasokan solar.
- Penutupan Selat Hormuz sempat dikhawatirkan membuat kiriman bahan bakar terhambat, dan menyulitkan pasokan solar untuk nelayan.
- Menurut Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Popoh, Mohammad Sadat, sampai saat ini para nelayan masih bisa membeli solar
TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Para nelayan Pantai Popoh Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tidak merasakan dampak perang Iran, berkaitan dengan pasokan solar.
Penutupan Selat Hormuz sempat dikhawatirkan membuat kiriman bahan bakar terhambat, dan menyulitkan pasokan solar untuk nelayan.
Menurut Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Popoh, Mohammad Sadat, sampai saat ini para nelayan masih bisa membeli solar.
“Memang selama 2 bulan ini banyak kapal besar yang tidak melaut karena cuaca kurang bagus. Tapi nelayan-nelayan kecil masih melaut, mereka masih bisa beli solar,” ujarnya.
Saat ini data kasar jumlah nelayan di Pantai Popoh Tulungagung lebih dari 300 orang.
Dari jumlah ini mayoritas adalah kapal-kapal ukuran kecil.
Untuk kebutuhan bahan bakar mesin diesel kapal, para nelayan membeli solar bersubsidi.
“Kami dapat rekomendasi dari otoritas pelabuhan agar bisa membeli solar bersubsidi. Pemberian rekomendasi juga dilakukan dengan ketat, tidak sembarangan,” sambung Sadat.
Berbekal rekomendasi ini, para nelayan membeli solar subsidi di SPBU Ngentrong Kecamatan Campurdarat atau SPBU Tanggulkundung di Kecamatan Besuki.
Setiap nelayan mendapatkan kuota 60 liter solar untuk satu kali pembelian.
Alokasi solar ini tidak mencukupi untuk kapal besar ukuran 15 GT yang memerlukan 200 liter hingga 250 liter untuk sekali melaut.
“Biasanya kami belinya bersama-sama untuk saling mencukupi. Yang penting sesuai aturan, jangan sampai disalahgunakan,” ujarnya.
Baca juga: Puncak Arus Balik Kedua Pelabuhan Ketapang Diprediksi 28-29 Maret, Baiknya Hindari
Saat musim ikan, pembelian solar dilakukan 2 kali sehari.
Namun karena lebih banyak kapal kecil yang jalan, pembelian solar dilakukan sporadis sesuai kebutuhan.
Sadat berharap perang Iran tidak mempengaruhi pasokan solar untuk para nelayan.
Berita terbaru kabupaten Tulungagung
Nelayan Pantai Popoh
Dampak perang Iran
Kecamatan Besuki
Kabupaten Tulungagung
Nelayan
Solar
BBM perahu nelayan
TribunMataraman.com
| Sempat Tertunda, Jembatan Gondang 1 Akhirnya Resmi Ditutup untuk Pembangunan Jembatan Baru |
|
|---|
| BPBD Kabupaten Tulungagung Antisipasi 20 Desa Rawan Kekeringan di 9 Kecamatan |
|
|---|
| Bus Harapan Jaya Penguasa Rute Mataraman Buka Loker SMA/SMK, Simak Syarat dan Cara Daftarnya |
|
|---|
| Dituding Kriminalisasi, Satreskrim Polres Tulungagung Paparkan Pupuk Ilegal yang Dijual Pak Pur |
|
|---|
| Mobil Ikan dari Lamongan Terguling di Pantai Gemah Tulungagung, Ikan Baluh Berserakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Kapal-nelayan-Pantai-Popoh-Tulungagung.jpg)