Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

BPKAD Tulungagung Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Dampak Peran Iran

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Anggaran Daerah (BPKD) Kabupaten Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, khawatir dampak perang Iran

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Istimewa Pemkab Tulungagung
PERBAIKAN JALAN - Alat berat saat mengerjakan perbaikan jalan di simpang Gledug ke selatan, wilayah Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pemkab Tulungagung mengantisipasi dampak perang Iran, karena berpotensi menyusutkan capaian perbaikan infrastruktur jika harga minyak dunia meroket. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Anggaran Daerah (BPKD) Kabupaten Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, khawatir dampak perang Iran.
  • Menurutnya, perang ini bisa berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.
  • Kenaikan harga minyak akan memicu kenaikan bahan baku, seperti aspal dan solar untuk operasional proyek

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Kabupaten Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, khawatir dampak perang Iran.

Menurutnya, perang ini bisa berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.

Kenaikan harga minyak akan memicu kenaikan bahan baku, seperti aspal dan solar untuk operasional proyek.

“Kenaikan harga minyak akan sangat luas. Ini yang harus kita antisipasi,” ujar Dwi Hari, Kamis (26/3/2026).

Lanjutnya, saat ini Pemkab Tulungagung mengalokasikan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan hingga sekitar Rp 320 miliar.

Dari jumlah ini, baru 15 persen yang sudah dikerjakan dan 85 persen sisanya masih berproses.

Di antara yang belum dikerjakan, ada yang belum berkontrak.

“Yang sudah kontrak tidak ada masalah. Yang belum berkontrak ini yang harus diwaspadai,” tambahnya.

Kenaikan harga minyak dipastikan memicu kenaikan harga aspal dan bahan bakar yang bersumber langsung dari minyak bumi.

Saat harga bahan bakar minyak naik, biaya angkut barang juga ikut meningkat.

Kemudian bahan-bahan lain seperti semen dan besi untuk konstruksi  juga akan ikut naik.

“Kalau harga minyak naik, pasti harus dilakukan kalkulasi ulang paket pekerjaannya. Biayanya akan naik,” papar Dwi Hari.

Baca juga: Jatuh di Atap dengan Sumbu Menyala, Balon Udara Nyaris Hanguskan Rumah Warga Trenggalek 

Jika bertahan dengan harga satuan yang lama sementara harga minyak naik, maka tidak ada kontraktor yang mau menawar.

Sedangkan menyesuaikan harga otomatis akan mengurangi target perbaikan jalan yang sudah dicanangkan bupati.

“Jika harga-harga naik, RAB bisa tambah anggaran. Target proyeknya pasti akan terpengaruh,” tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved