Pembangunan Tol di Jawa Timur
Update Dibangun 2026! Daftar 43 Desa Terdampak Proyek Tol Kepanjen–Tulungagung
Pemerintah pusat saat ini tengah menyiapkan Proyek Strategis Nasional (PSN) tol Kepanjen–Tulungagung, initp 43 desa yang digusur.
Ringkasan Berita:
- Tol Kepanjen–Tulungagung masuk Proyek Strategis Nasional dan membentang dari Malang hingga Tulungagung.
- Sebanyak 43 desa di tujuh kecamatan Tulungagung terdampak.
- Proyek masih tahap penyiapan dan diharapkan memperkuat konektivitas serta mendorong ekonomi selatan Jawa Timur.
TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Pemerintah pusat menyiapkan pembangunan Tol Kepanjen–Tulungagung yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Ruas ini diproyeksikan memperkuat konektivitas kawasan selatan Jawa Timur sekaligus menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi regional.
Proyek yang juga dikenal sebagai Tol Agungblijen tersebut dirancang membentang dari Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, melintasi wilayah Kabupaten Blitar, hingga berakhir di Kabupaten Tulungagung.
Selama ini, jalur selatan Jawa Timur masih bergantung pada jalan nasional non-tol. Kondisi tersebut kerap memicu kemacetan dan waktu tempuh yang relatif panjang, terutama pada jam sibuk dan musim liburan. Kehadiran jalan tol diharapkan mampu memangkas waktu perjalanan sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa.
Baca juga: Jadwal Terbaru Persebaya Surabaya vs Persib Bandung Super League Indonesia Live Indosiar
Membentang dari Malang hingga Tulungagung
Ruas tol ini akan menjadi bagian penting dari jaringan transportasi strategis di selatan provinsi. Koridor Kepanjen–Blitar–Tulungagung dinilai memiliki potensi besar, baik dari sektor industri, pertanian, hingga pariwisata.
Dengan konektivitas yang lebih baik, akses menuju sentra produksi dan destinasi wisata di wilayah selatan Jawa Timur diperkirakan semakin terbuka. Hal ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
43 Desa di Tulungagung Terdampak
Di Kabupaten Tulungagung, proyek ini diproyeksikan memberi dampak cukup luas. Berdasarkan rencana awal, sedikitnya 43 desa akan dilintasi trase tol yang mencakup tujuh kecamatan.
Tujuh kecamatan tersebut meliputi Rejotangan, Ngunut, Sumbergempol, Kedungwaru, Tulungagung (Kota), Boyolangu, dan Gondang. Ribuan warga di wilayah tersebut nantinya berada di jalur strategis baru yang diperkirakan menjadi salah satu urat nadi transportasi regional.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini mulai melakukan tahapan awal, seperti sosialisasi kepada masyarakat, pendataan lahan terdampak, hingga penyesuaian rencana tata ruang.
Masih Tahap Penyiapan
Hingga kini, pembangunan Tol Kepanjen–Tulungagung masih berada dalam tahap penyiapan. Penentuan trase final, pemetaan detail desa terdampak, serta kajian teknis dan lingkungan masih terus dilakukan.
Keputusan akhir terkait jalur definitif akan mempertimbangkan aspek teknis, sosial, dan lingkungan agar pembangunan berjalan efektif sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, tol ini diharapkan menjadi tulang punggung baru konektivitas selatan Jawa Timur serta membuka peluang investasi yang lebih luas di kawasan tersebut.
| Update Terkini Digusur 2026! Daftar 43 Desa Terdampak Tol Kepanjen-Tulungagung |
|
|---|
| Update 2026! Daftar Lengkap 24 Desa di Blitar Terdampak Pembebasan Tol Kepanjen–Tulungagung |
|
|---|
| Digusur 2026! Daftar Lengkap 37 Desa di Rembang yang Dilewati Proyek Tol Demak–Tuban |
|
|---|
| Dibangun 2026! Update Terbaru 14 Kecamatan di Situbondo yang Digusur Proyek Tol Prosiwangi |
|
|---|
| TERBARU 2026! Daftar 24 Desa di Blitar Terdampak Pembebasan Tol Kepanjen–Tulungagung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Proyek-Jalan-Tol-Demak-Tuban-segera-direalisasikan-dan-siap-men.jpg)