Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
821 Warga Tulungagung Gagal Mencairkan BPNT, Diduga Kesalahan Data Peralihan dari PT Pos ke BNI
821 warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, penerima Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) terancam tidak bisa mencairkan bantuan
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
Ringkasan Berita:
- 821 warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, penerima Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) terancam tidak bisa mencairkan bantuan.
- Penyebabnya, terjadi perbedaan data kependudukan dengan identitas yang tercantum dalam buku rekening.
- Dinas Sosial memberikan batas waktu sampai 27 Februari 2025 untuk proses perbaikan, namun dipercepat sampai Rabu (25/2/2026)
TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - 821 warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, penerima Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) terancam tidak bisa mencairkan bantuan.
Penyebabnya, terjadi perbedaan data kependudukan dengan identitas yang tercantum dalam buku rekening.
Dinas Sosial memberikan batas waktu sampai 27 Februari 2025 untuk proses perbaikan, namun dipercepat sampai Rabu (25/2/2026).
“Saat ini prosesnya penyampaian data dari Kemensos (Kementerian Sosial) ke Himbara. Di Tulungagung diampu BNI,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung, Fahmi Alif Aldianto.
Sebelumnya BPNT ini disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
Dalam proses peralihan penyaluran dari PT Pos ke Bank Himbara, dilakukan pencetakan buku rekening atas nama setiap penerima manfaat.
Namun dalam proses ini, dari 77.682 penerima manfaat ada 821 orang yang data kependudukannya berbeda dengan identitas yang ada di buku rekening.
“Mereka gagal cek data rekening. Data kependudukan tidak padu dengan buku rekening,” tegasnya.
Baca juga: Ratusan Takjil Dibagikan, Kapolres Trenggalek Ajak Warga Sahur Tanpa Sound Berlebihan
Data penerima manfaat BPNT ini relatif tidak banyak berubah, selain mereka yang meninggal dunia, dicoret karena sudah kaya, dan tambahan penerima baru.
Namun dalam proses peralihan dari PT Pos ke BNI, diduga ada data yang tidak valid, seperti temuan salah tulis.
Jika proses perbaikan gagal dilakukan, maka penerima manfaat bisa dicoret, dan alokasinya dialihkan ke warga lain di desa yang sama.
“Karena data dalam Desil (pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat) 1-4 banyak yang tidak dapat BPNT. Jika gagal validasi data, bisa dialihkan ke orang lain,” papar Fahmi.
Data penerima BPNT di Kabupaten Tulungagung sejumlah 77.682 orang.
Mereka mendapat bantuan untuk pengadaan pangan sebesar Rp 200.000 per bulan.
Proses pencairan dilakukan setiap 3 bulan, pencairan pertama tahun 2026 dilakukan di Bulan Maret.
Berita terbaru kabupaten Tulungagung
Bantuan Pangan Non Tunai
penerima manfaat BPNT
BPNT Tulungagung
Kabupaten Tulungagung
bank BNI
BNI Tulungagung
BNI
perbedaan data kependudukan
tidak bisa mencairkan bantuan
Jawa Timur
bantuan sosial
tribunmataraman.com
| Dinkes Tulungagung Masih Ingin Jembatani Polemik RS Era Medika dan Pelapor Malapraktik |
|
|---|
| SK 74 PNS Baru Diserahkan Ahmad Baharudin, 287 Tambahan CPNS Baru Diusulkan ke Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Jadi Mediator Laporan Dugaan Malapraktik RS Era Medika, Dinkes Tulungagung Panggil Pihak Terkait |
|
|---|
| Pernah Dicopot Gatut Sunu, Kini Tri Hariadi Dilantik Jadi Pj Sekda Tulungagung Oleh Ahmad Baharudin |
|
|---|
| Warga Pakel Tulungagung Bawa Kabur Mobil Rental, Tak Kapok Meski Sudah 3 Kali Dipenjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Verifikasi-data-penerima-bansos-di-Dinsos-tulungagung.jpg)