Senin, 8 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Harga Daging Ayam di Tulungagung Capai Rp 42.000 per Kg, Warga Mengeluh Tapi Penjualan Masih Normal

Harga ayam di Pasar Ngemplak Tulungagung, Jawa Timur, tembus Rp 42.000 per kg sejak tiga hari terakhir

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/David Yohanes
MEMPERSIAPKAN PESANAN - Karyati, salah satu pedagang daging ayam potong di Pasar Ngemplak Tulungagung, Jawa Timur mempersiapkan pesanan pembeli, Kamis (12/2/2026). Harga daging ayam di pasar grosir sayur mayur ini mencapai Rp 42.000 per kg sejak 3 hari lalu, naik dari harga sebelumnya Rp 38.000 per kg.  

Ringkasan Berita:
  • Harga ayam di Pasar Ngemplak Tulungagung, Jawa Timur, tembus Rp 42.000 per kg sejak tiga hari terakhir.
  • Naiknya harga ini diduga karena banyak warga yang melakukan selamatan megengan, tradisi menjelang puasa Bulan Ramadan.
  • Meski harganya melambung, volume penjualan tidak mengalami penurunan dibanding saat harga sebelumnya

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Harga ayam di Pasar Ngemplak Tulungagung, Jawa Timur, tembus Rp 42.000 per kg sejak tiga hari terakhir.

Naiknya harga ini diduga karena banyak warga yang melakukan selamatan megengan, tradisi menjelang puasa Bulan Ramadan.

Meski harganya melambung, volume penjualan tidak mengalami penurunan dibanding saat harga sebelumnya.

“Tiga hari sebelumnya harga Rp 38.000 per kilogram. Ini terus naik,” ujar Karyati, seorang penjual daging ayam di Pasar Ngemplak, Kamis (12/2/2026).

Karyati mengatakan, sejauh ini pasokan masih tetap, tidak ada pengurangan.

Kenaikan ini diduga karena banyak warga yang mencari daging ayam untuk selamatan megengan.

Penjual daging ayam asal  Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung ini memperkirakan, jika permintaan terus meningkat harga bisa tembus Rp 50 per kg.

“Kalau kondisinya begini terus, diperkirakan bisa sampai Rp 50.000. Apalagi nanti menjelang lebaran,” katanya.

Meski demikian, Karyati mengaku volume penjualan masih sama, 100 kg per hari.

Jumlah ini bisa naik menjadi 400-500 kg saat menjelang hari raya sampai hari raya idul fitri.

Ada juga calon pembeli yang batal membeli karena kaget dengan harganya.

“Biasanya orang yang lama tidak beli daging ayam, begitu beli sekarang pasti kaget. Pasti ada yang tidak jadi beli,” jelasnya.

Baca juga: Warga Antre Beli Sembako di Gerakan Pangan Murah di Kota Blitar, Minyakita Rp 15.000/Liter

Ada pula calon pembeli yang tidak percaya dengan harga yang tergolong tinggi ini.

Mereka kemudian keliling ke pedagang lain, untuk membandingkan harga.

Setelah memastikan harganya sama, banyak yang akhirnya balik ke lapak Karyati.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved