Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
Ide Bantuan Becak Listrik Prabowo Subianto Ternyata dari Tulungagung
200 tukang becak lansia dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - 200 tukang becak lansia dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan ini bagian dari bantuan 11.000 becak listrik yang dibiayai uang pribadi Prabowo, melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Saat ini Prabowo kembali memesan 70.000 becak listrik yang akan diberikan kepada para tukang becak di atas 60 tahun.
Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S Deyang yang juga Presiden Becak Listrik Indonesia, mengatakan ide bantuan becak listrik itu berasal dari Kabupaten Tulungagung.
Sosok yang juga Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ini berkisah, semua bermula dari foto tukang becak Tulungagung yang menyentuh Prabowo.
“Saat itu saya makan, kemudian ada tukang becak yang pakai kruk dan sudah lansia. Ada beberapa lainnya juga sudah sepuh, ada yang kena stroke,” kenang Nanik.
Foto tukang becak yang memprihatinkan itu dilihat oleh Prabowo, saat itu masih menjadi Menteri Pertahanan.
Foto itu ternyata membuat hati Prabowo tersentuh hingga membuatnya meneteskan air mata.
Awalnya Prabowo ingin membantu dengan memberikan modal usaha.
“Saya sampaikan saat itu, para tukang becak ini sudah bekerja 40 tahun, 50 tahun sehingga sulit mengubah pekerjaannya,” sambung Nanik.
Baca juga: Derbi Jatim di Kanjuruhan, Persik Kediri Bidik Poin di Kandang Arema FC
Prabowo kemudian mempunyai ide, bagaimana caranya meringankan beban para tukang becak lansia ini, agar mereka tidak menderita di jalan.
Apalagi setelah diketahui, banyak tukang becak yang tidak punya becak sendiri.
Mereka harus sewa becak dari orang lain untuk bekerja.
“Kalau di Tulungagung masih murah, Rp 3.000. Di daerah lain ada yang Rp 5.000, di Cirebon malah Rp 10.000,” ungkap Nanik.
Saat di awal 2024, Prabowo mengambil kertas putih kemudian menggambar becak listrik.
Prabowo ingin memberi hadiah agar para tukang becak yang sudah sepuh itu punya aset berupa becak listrik.
“Beliau tanya ke saya, apakah bisa becaknya diubah jadi becak listrik. Saat itu saya jawab, belum ada di Indonesia yang membuat becak listrik,” katanya.
Prabowo kemudian menghubungi Direktur Utama PT LEN Industri, Bobby Rasyidin; saat itu PT LEN Industri di bawah Kementerian Pertahanan.
Meski mengaku belum pernah bikin becak listrik, Prabowo tetap mempercayakan proyek ini ke PT LEN Industri.
Untuk tahap awal, Prabowo pesan 1.000 becak listrik dan memberi uang muka Rp 10 miliar.
“Saat itu satu becak listrik seharga Rp 14 juta. Pesannya 1.000, yang datang 560 unit,” jelas Nanik.
Merasa kurang puas, Prabowo kembali memesan 1.000 unit ke PT LEN setelah dirinya terpilih jadi presiden.
Namun pesanan kedua ini hanya jadi 200 unit, di tahun 2025.
Karena keterlambatan produksi ini, pesanan dialihkan ke PT Pindad, BUMN yang dikenal sebagai pembuat peralatan militer.
“Akhirnya panggil PT Pindad, pesan 10.000 becak listrik. PT Pindad produksinya lancar, harganya jadi Rp 22 juta per unit,” papar Nanik.
Masih menurut Nanik, bantun becak listrik ini bentuk perhatian pribadi Prabowo Subianto pada rakyat kecil.
Prabowo kasihan masih ada tukang becak sepuh yang masih mencari makan di jalanan.
Prabowo tidak ingin ada tukang becak sepuh yang bekerja dengan cara ngonthel (mengayuh).
Pada akhir Desember 2025 sudah ada 6.000 becak yang sudah disalurkan
Di awal tahun 2026 ini diperkirakan akan tuntas penyaluran 11.00 unit becak listrik.
Prabowo kini sudah pesan lagi 70.000 becak listrik untuk dibagikan di seluruh Indonesia.
“Sepanjang 2026 ini targetnya 30.000 sudah tersalurkan. Angka 70.000 unit ini target sampai 2028, karena ada keterbatasan produksi,” pungkasnya.
Becak listrik buatan PT Pindad ini bisa melaju 15 km/jam, sehingga aman dikendarai karena tidak bisa ngebut.
Baca juga: Konvoi Tukang Becak dan Pejabat di Tulungagung Mewarnai Penyaluran Bantuan Becak Listrik
Bantuan ini diharapkan bisa kembali memberdayakan tukang becak yang selama ini kalah bersaing dengan ojek daring.
Becak listrik mempunyai keunggulan, karena bisa mengangkut 2 orang, atau pasangan suami istri dan 1 anaknya.
Untuk angkutan barang belanja di pasar, becak listrik unggul karena daya angkutnya lebih banyak dibanding sepeda motor.
Pemkab Tulungagung juga berencana membuatkan tempat isi daya ulang (charger) di lokasi mangkal, seperti terminal, stasiun dan pasar.
Harapannya jika sewaktu-waktu kehabisan daya, para tukang becak ini tidak perlu pulang untuk isi daya ulang.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik
Berita terbaru kabupaten Tulungagung
Nanik S Deyang
Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional
Becak listrik
Tukang becak
Kabupaten Tulungagung
Prabowo Subianto
tribunmataraman.com
Tulungagung
| PDIP Tulungagung Perbarui Kepengurusan 19 PAC, Target Bangkitkan Era Kejayaan 15 Kursi di DPRD |
|
|---|
| Rumah Kosong Tempat Pelihara Ayam di Suruhan Tulungagung Terbakar, Api dari Korsleting di Kandang |
|
|---|
| Misteri 5 Luka di Leher dan Gigitan di Tangan Kiri Nenek Sukati, Polisi Belum Bisa Menyimpulkan |
|
|---|
| Kades dan Bendahara Desa Tanggung Dituntut 4,5 Tahun Penjara, Kerugian Capai Rp 1,5 Miliar |
|
|---|
| Polisi Selidiki Kematian Warga Gedangsewu Tulungagung, Ada Luka di Leher dan Lengan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Nanik-s-deyang-Dan-bupati-tulungagung-Konvoi-Becak-listrik-di-tulungagung-Usai-penyerahan.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.