Jumat, 1 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Polisi Selidiki Kematian Warga Gedangsewu Tulungagung, Ada Luka di Leher dan Lengan

Polisi Selidiki Kematian Warga Gedangsewu Tulungagung, Ditemukan Luka di Leher dan Lengan

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/David Yohanes
DIKELUARKAN DARI DAPUR - Jenazah Sukati (64) dikeluarkan dari dapur rumahnya di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dan dievakuasi ke IKF RSUD dr Iskak, Rabu (15/4/2026). Sukati ditemukan dengan kondisi berlumuran darah, ada luka sayat di leher dan lengan kirinya 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Personel Unit INAFIS Satreskrim Polres Tulungagung bersama Polsek Boyolangu melakukan olah TKP di rumah Sukati (64), di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Rabu (15/4/2026) pagi.

Ibu nahas ini ditemukan meninggal dunia di balai-balai yang ada di dapur dengan kondisi berlumuran darah.

Polisi menemukan luka sayatan di leher dan lengan kiri.

“Yang kami lihat secara kasat mata bersama INAFIS, lukanya ada di leher dan lengan sebelah kiri,” ujar Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih setelah olah TKP.

Baca juga: Blitar Jadi Salah Satu Basis Suara Utama PDI Perjuangan, Deni Wicaksono : Jaga Kekuatan Partai

Lanjutnya, korban tinggal bersama seorang anak dan menantunya.

Sekitar pukul 05.15 WIB, menantunya bermaksud pergi ke kamar mandi.

Saat melewati dapur, Sukati ditemukan dalam kondisi berlumuran darah.

“Menantu korban memanggil suaminya, kemudian menghubungi Polsek Boyolangu dan Polres Tulungagung,” jelas Retno.

Polisi mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan.

Dari lokasi kejadian ditemukan sebilah pisau kecil, pakaian korban dan obat-obatan.

Menurut penjelasan keluarga, korban baru sakit tipes dan sempat dirawat di rumah sakit.

“Hari Jumat korban opname selama 3 hari karena tipes, Senin keluar dari rumah sakit,” ungkap Retno.

Jenazah dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr Iskak Tulungagung.

Polisi akan menggandeng dokter forensik dari Polda Jawa Timur untuk melakukan visum.

Proses ini diharapkan bisa mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Untuk sementara kami tidak bisa memastikan. Kami masih melakukan penyelidikan dan melakukan visum,” tandas Retno. 

(David Yohanes/TribunMataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved