Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
Peringati Hari Ibu, DPC PDIP Tulungagung Ziarah ke Makam Mbok Sarinah
DPC PDI Perjuangan Tulungagung ziarah ke makam Mbok Sarinah, di pemakaman umum Kelurahan Kepatihan, Tulungagung
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
Ringkasan Berita:
- Jajaran Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung ziarah ke makam Mbok Sarinah, di pemakaman umum Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, Senin (22/12/2025) sore.
- Sarinah adalah pengasuh Bung Karno yang punya peran membentuk karakter sang proklamator.
- Acara nyekar atau ziarah ini bagian peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember
TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Jajaran Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung ziarah ke makam Mbok Sarinah, di pemakaman umum Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, Senin (22/12/2025) sore.
Sarinah adalah pengasuh Bung Karno yang punya peran membentuk karakter sang proklamator.
Acara nyekar atau ziarah ini bagian peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember.
“Peringatan hari ini, kita ingin mengembalikan sejarahnya,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti.
Menurutnya, Bung Karno menetapkan hari ibu pada 22 Desember untuk memperingati Kongres Perempuan Indonesia pertama.
Saat itu di tahun 1928, para perempuan dari seluruh Indonesia berkumpul di Yogyakarta, 22-25 Desember untuk melaksanakan kongres.
“Jadi tidak kalah dengan pemuda, saat itu para perempuan juga menggelar kongres. Yang dibahas juga masalah perempuan, seperti isu pendidikan dan kesehatan perempuan,” tutur Erma.
Dari sejarah itu, Erma berpendapat peringatan hari ibu tidak bisa dilepaskan dari perjuangan kaum perempuan.
“Jadi bukan sekadar resepsi, berkebaya, mengucapkan hari ibu. Tapi refleksi, bagaimana kondisi perempuan saat ini,” ucapnya.
Makam Sarinah dipilih karena sosoknya sebagai guru spiritualitas dan yang mengajarkan kemanusiaan kepada Bung Karno.
Baca juga: Paguyuban SPPG Kabupaten Nganjuk Salurkan Bantuan Rp 77,5 Juta untuk Korban Bencana Sumatra
Sarinah yang mengajarkan tentang keadilan, peduli orang kecil dan kemanusiaan secara luas kepada Soekarno kecil dalam pengasuhannya.
“Ajaran itu disampaikan saat diasuh, saat makan, atau mau tidur. Akhirnya ajaran itu melekat pada Bung Karno,” tutur Erma.
Dalam Buku Sarinah, Bung Karno mengungkapkan perempuan harus berdaya, juga harus terlibat dalam pergerakan kemerdekaan dan memajukan bangsa ini.
Bung Karno menggambarkan, laki-laki dan perempuan seperti sayap kanan dan kiri.
“Jika salah satu sayap patah, maka burung tidak bisa terbang. Laki-laki dan perempuan harus berdaya, kalau konteks sekarang untuk mengisi kemerdekaan,” katanya.
Berita terbaru kabupaten Tulungagung
DPC PDI Perjuangan Tulungagung
PDI Perjuangan
Kabupaten Tulungagung
Sarinah
pengasuh Bung Karno
TribunMataraman.com
| Banyak Kendaraan Angkutan Barang Masuk Jalan Kampung, Dampak Jembatan Gondang 1 Tulungagung Ditutup |
|
|---|
| Dinkes Tulungagung Siapkan 13 RS dan 32 Puskesmas untuk Pengobatan Pasien HIV |
|
|---|
| Malam Renungan AIDS Nusantara, KPAD Tulungagung Kembali Memperkuat Kepedulian |
|
|---|
| Plt Bupati Tulungagung Instruksikan Gerakan Pengolahan Sampah di Seluruh Desa |
|
|---|
| Harga Kedelai Naik, Pembuat Tahu di Gondang Tulungagung Pilih Sesuaikan Ukuran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/PDIP-Tulungagung-izarah-ke-makam-mbok-sarinah.jpg)