Senin, 8 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Tiga Perusahaan Fiktif Terlibat Dalam Perkara Truk Tangki Solar Terguling di JLS Tulungagung  

Empat perusahaan terindikasi terlibat kasus truk tangki solar yang terguling di Jalur Lintas Selatan Desa/Kecamatan Besuki, Tulungagung

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/David Yohanes
TERINDIKASI FIKTIF - Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana N, mengungkapkan ada 3 perusahaan yang terindikasi fiktif dalam perkara truk tangki solar yang terguling di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung, Jawa Timur pada Jumat (28/11/2025). Truk tangki tanpa identitas itu diduga membawa solar ilegal jenis Biosolar yang disubsidi pemerintah 

Ringkasan Berita:
  • Empat perusahaan terindikasi terlibat kasus truk tangki solar yang terguling di Jalur Lintas Selatan Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jumat (28/11/2025) silam.
  • Namun tiga dari empat perusahaan ini ternyata fiktif saat ditelusuri ke alamatnya.
  • Ketiga perusahaan ini adalah PT LBB (Lancar Berkah Berlimpah), PT Ganani dan PT Tiga Jaya.
  • Kasus ini mencuat, karena kendaraan yang terguling sedang mengangkut solar ilegal jenis Biosolar yang disubsidi pemerintah

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Perusahaan fiktif ditengarai berkaitan dengan truk tangki solar yang terguling di Jalur Lintas Selatan Kabupaten Tulungagung, akhir November kemarin.

Empat perusahaan terindikasi terlibat kasus truk tangki solar yang terguling di Jalur Lintas Selatan Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (28/11/2025) silam.

Namun tiga dari empat perusahaan ini ternyata fiktif saat ditelusuri ke alamatnya.

Ketiga perusahaan ini adalah PT LBB (Lancar Berkah Berlimpah), PT Ganani dan PT Tiga Jaya.

Kasus ini mencuat, karena kendaraan yang terguling sedang mengangkut solar ilegal jenis Biosolar yang disubsidi pemerintah.

“Tiga perusahaan ini berkedudukan di Surabaya dan Gresik. Saat kami periksa ke alamatnya, ternyata tidak ditemukan,” jelas Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana N, Jumat (19/12/2025).

Sementara satu perusahaan lainnya adalah PT KSE (Koyo Segoro Endah) yang ada di Kecamatan Besuki.

Pihak perusahaan ini juga sudah dimintai keterangan dan mengakui sebagai pemesan solar.

Kepada penyidik, perwakilan PT KSE mengaku membeli solar kepada perantara berinisial H sebanyak 8.000 liter.

“Dalam pesanannya, solar yang diminta adalah jenis solar untuk industri atau nonsubsidi. H yang mencarikan solar pesanan PT KSE,” sambung Ryo.

H kemudian menghubungi PT LBB, PT Ganani dan PT Tiga Jaya untuk memenuhi solar pesanan PT KSE.

H, sosok yang berasal dari luar Kabupaten Tulungagung ini juga belum memenuhi panggilan penyidik.

Pemilik mobil tangki yang terguling juga belum dimintai keterangan.

“Kami sudah melayangkan 2 kali pemanggilan ke 3 perusahaan itu, tapi belum ada yang datang,” tegas Ryo.

Sebelumnya Satreskrim Polres Tulungagung sudah mengambil sampel solar untuk diuji di laboratorium Lemigas Kementerian ESDM dan ke Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved