Jumat, 5 Juni 2026

SPMB 2026

SPMB SD-SMP d Kabupaten Trenggalek Dibuka 3 Juni, Jalur Prestasi Didahulukan

SPMB 2026 - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan segera dimulai. Di Trenggalek yang didahulukan jalur prestasi untuk jenjang SMP. 

Tayang:
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Madchan Jazuli
SPMB 2026 - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan segera dimulai. Di Trenggalek yang didahulukan jalur prestasi untuk jenjang SMP.  

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Tahun ajaran baru bagi siswa akan memasuki Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Trenggalek dijadwalkan 3 Juni 2026 dengan jalur prestasi dahulukan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto menjelaskan sebelum memasuki rangkaian tahapan SPMB. Pihaknya sudah selesai sosialisasi petunjuk teknis SPMB 2026 secara luring ataupun daring.

Sosialisasi tersebut diikuti seluruh satuan pendidikan, Dewan Pendidikan, hingga sejumlah tokoh masyarakat.

"Alhamdulillah kemarin kita sudah rampung melaksanakan sosialisasi petunjuk teknis SPMB tahun 2026 yang dilakukan secara luring dan daring," terang Agus, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga: Kediri Jadi Tuan Rumah Seleksi Timnas Football 7 Indonesia, Shin Tae-yong Dikabarkan Terlibat

Agus menerangkan SPMB tersebutpenerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027 itu dilaksanakan usai pengumuman kelulusan siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang dijadwalkan di tanggal 2 Juni 2026.

Setelah sosialisasi tingkat kabupaten selesai, Agus meminta masing-masing sekolah segera memberikan penjelasan kepada wali murid agar masyarakat memahami tahapan dan mekanisme penerimaan siswa baru tahun ini.

"Setelah ini nanti masing-masing satuan pendidikan juga kami arahkan untuk segera melakukan sosialisasi dengan wali murid. Dengan harapan masyarakat mengetahui tahapan pelaksanaan SPMB 2026," akuinya.

Pria yang sebelumnya menjabat Dinas Pemberdayaan Desa dan Masyarakat ini mengaku SPMB 2026 ini masih menggunakan empat jalur penerimaan.

Yaitu domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Akan tetapi untuk jenjang SD, jalur prestasi tidak diterapkan.

"Jalur itu hanya diterapkan guna jenjang SMP," jelasnya.

Dikatakan Agus, bagi jenjang SD, kuota jalur domisili ditetapkan porsi 80 persen, afirmasi 15 persen, sementara untuk jalur mutasi hanya memiliki kuota 5 persen.Sedangkan untuk jenjang SMP, kuota jalur domisili sebesar 40 persen, prestasi 35 persen, afirmasi 20 persen, dan mutasi 5 persen.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan berencana membuka jalur prestasi lebih dahulu dibanding jalur lainnya.

"Rencana yang kita dahulukan nanti jalur prestasi dulu, sementara yang terakhir nanti domisili," bebernya.

Perihal potensi kendala teknis karena sistem pendaftaran dilakukan secara online, Agus mengaku akan selalu berupaya melakukan pengecekan realtime proses berlangsung.

Pihaknya tidak lupa meminta kepada publik ikut mengawasi jalannya SPMB 2026. Apabila menemukan kendala atau kecurangan untuk tidak segan melapor saat proses pendaftaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved