Kamis, 14 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Pemkab Trenggalek Terima Kunjungan Pemprov Aceh: Belajar Implementasi Transaksi Non Tunai 

Pemkab Trenggalek Terima Kunjungan Pemprov Aceh: Belajar Implementasi Non Tunai 

Tayang:
Penulis: Madchan Jazuli | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Dok Prokopim Trenggalek
GAYENG - Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapatkan kunjungan kerja dari Rabu (14/5/2026). Tujuan Pemprov Aceh ke Trenggalek untuk belajar implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Transaksi Non Tunai (TNT). 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Pemkab Trenggalek mendapatkan sebuah kehormatan, kali ini menerima kunjungan dari Pemerintah Provinsi Aceh. Rombongan tersebut untuk study tiru pelaksanaan implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Transaksi Non Tunai (TNT) di Kabupaten Trenggalek.

Sekda Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto menerangkan kendati lebih dahulu menerapkan transaksi non tunai kurang lebih 2 tahun anggaran kebelakang, ini sebagai kegiatan belajar bersama antara kedua daerah itu. 

Kunjungan kerja tersebut dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Provinsi Aceh.

"Tentunya ini suatu kehormatan buat kami dan teman-teman dari Aceh ada yang berasal dari beberapa kabupaten," ulas Edy Soepriyanto, di Gedung Bawarasa, Rabu (13/5/2026).

Edy menerangkan melalui study tiru ini akan bersama-sama belajar terkait dengan pelaksanaan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), Transaksi Non Tunai. Trenggalek sudah mengimplementasikan sejak tahun 2024. 

Baca juga: Persik Kediri Siap Mati-matian Hadapi Persija Jakarta di Laga Terakhir Musim Ini

"Jadi belum banyak di Jawa Timur yang menerapkan TNT ini dan Trenggalek sudah lebih dahulu melaksanakannya," paparnya.

Sekda Trenggalek yang tak lama lagi memasuki masa pensiun ini mengaku melalui transaksi non tunai ini, paling tidak kita tidak menggunakan uang tunai.

Dikatakannya, usai penerapan ini, semua dilaksanakan secara non tunai dengan harapan bisa lebih praktis. 

"Alhasil lebih terjamin akurasinya serta transparansi pelaksanaannya. Dengan begitu lebih akuntable," pungkasnya.

Senada, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Provinsi Aceh, H. Iskandar mengulas study tiru ini guba melihat pelaksanaan implementasi Transaksi Non Tunai di Trenggalek. 

Trenggalek dipilih karena telah melaksanakan sistem ini selama 2 tahun dan itu dianggap lebih berpengalaman oleh Pemerintah Provinsi Aceh.

"Pemilihan Trenggalek juga disarankan dari Kementrian Dalam negeri," ujar Haji Iskandar.

Menurutnya selama 2 tahun melaksanakan transaksi non tunai ini tentunya ia anggap sudah sangat pengalaman.

"Sehingga tidak salah bila kami ingin belajar dari Trenggalek," pungkasnya.

Baca juga: Dispendukcapil Kota Kediri Tegaskan Fotokopi KTP-el Tetap Bisa Dipakai untuk Keperluan Administrasi

Sebagai informasi, selama pertemuan tersebut, kedua pemerintah hadirkan semua pejabat yang terkait dengan pelaksanaan Transaksi Non Tunai ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved