Kamis, 4 Juni 2026

Ramadan 2026

Tarawih Perdana Warga Muhammadiyah Trenggalek, Jemaah Antusias Sambut Ramadan 2026

Warga Muhammadiyah di Kabupaten Trenggalek mulai menunaikan ibadah Salat Tarawih di Bulan Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (17/2/2026) malam

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Sofyan Arif Chandra
Suasana Salat Tarawih di Masjid At-Taqwa, Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (17/2/2026). Muhammadiyah Trenggalek mulai melaksanakan puasa 1 Ramadan 1447 H Rabu (18/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Muhammadiyah di Kabupaten Trenggalek mulai menunaikan ibadah Salat Tarawih di Bulan Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (17/2/2026) malam.
  • Pelaksanaan tarawih ini mengikuti penetapan kalender Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab.
  • Salah satu masjid yang menggelar Salat Tarawih adalah Masjid At-Taqwa di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Warga Muhammadiyah di Kabupaten Trenggalek mulai menunaikan ibadah Salat Tarawih di Bulan Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (17/2/2026) malam.

Pelaksanaan tarawih ini mengikuti penetapan kalender Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab.

Salah satu masjid yang menggelar Salat Tarawih adalah Masjid At-Taqwa di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

Jemaah tampak antusias mengikuti ibadah perdana Ramadan tersebut.

Imam sekaligus Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Nanang Nur Cahyanto, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan hisab yang menjadi pedoman Muhammadiyah, Rabu (18/2/2026) telah memasuki 1 Ramadan.

Karena itu, Salat Tarawih sudah mulai dilaksanakan pada Selasa malam.

"Kita memang menggunakan metode hisab, dan metode ini memudahkan karena jauh hari sebelumnya kita sudah bisa menghitung dan menetapkan tanggal pelaksanaan ibadah," ujar Nanang.

Sebelum tarawih dimulai, Nanang sempat berdialog dengan jemaah mengenai jumlah rakaat yang akan dilaksanakan.

Ia menawarkan dua pilihan, yakni 4 rakaat dua kali yang ditutup witir 3 rekaat, atau 2 rekaat empat kali yang juga diakhiri witir 3 rekaat.

"Biasanya kami menggunakan pola 4-4-3, tapi tetap kami tawarkan kepada jemaah sebagai bentuk etika. Baik 2 rakaat maupun 4 rakaat, keduanya memiliki landasan masing-masing," jelas Sekretaris Tabligh PD Muhammadiyah Trenggalek tersebut.

Baca juga: Hilal Tak Terlihat di Kediri, Langit Mendung Warnai Rukyatul Hilal Penentuan 1 Ramadan 1447H

Nanang juga mengingatkan jemaah agar memanfaatkan bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, kesempatan bertemu Ramadan merupakan nikmat yang patut disyukuri setelah berbagai doa yang dipanjatkan sepanjang tahun.

Ia mengimbau agar ibadah yang dilakukan selama Ramadan tetap berlandaskan sunah Rasulullah SAW, sehingga setiap amalan yang dijalankan benar-benar bernilai pahala.

"Jangan sampai Ramadan disia-siakan dengan amalan yang tidak memiliki landasan. Pastikan ibadah kita sesuai sunah Rasulullah agar memberikan pahala," tutupnya.

(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved