Minggu, 26 April 2026

Super League Indonesia

4 Fakta Rasisme yang Dialami Alfredo Tata Usai Laga Panas Persebaya vs Persib

Alfredo Tata Punggawa Bajol Ijo Jadi Korban Rasisme, Persebaya Resmi Laporkan ke APPI dan I League, Berikut Fakta Selengkapnya.

Editor: faridmukarrom
TribunMataraman.com/Habiburrahman/tribunmataraman.com network
BERAKHIR IMBANG - Pemain Persebaya Alfredo Tata (tengah) berusaha menerobos kepungan pemain Persib Bandung pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Senin (2/3/2026) malam. Pada akhir pertandingan BRI Super League pekan ke 24 ini tim tuan tamu Persib Bandung berhasil menahan imbang tim tuan rumah Persebaya dengan skor akhir 2-2. (SURYA/HABIBUR ROHMAN) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Insiden panas laga antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung berbuntut panjang.

Bek Bajol Ijo, Mikael Alfredo Tata, menjadi korban komentar rasis di media sosial. 

Manajemen Persebaya langsung memberikan dukungan moril, mengutuk keras rasisme, dan melaporkan kasus tersebut ke APPI serta operator liga.

Gelombang solidaritas pun mengalir dari suporter, sementara kasus ini menambah daftar panjang persoalan rasisme di sepak bola Indonesia.

Berikut 4 fakta lengkap yang dirangkum:

Baca juga: Update Digusur 2026! Daftar 40 Desa di Lamongan Dilintasi Proyek Jalan Tol Gresik–Tuban

1. Bermula dari Konfrontasi di Laga Panas

Pertandingan sarat gengsi itu berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. Di tengah atmosfer panas, Alfredo Tata diduga terlibat insiden dengan salah satu pemain Persib.

Momen tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sayangnya, kritik terhadap performa dan sikap di lapangan berkembang menjadi serangan bernada rasis di akun Instagram pribadi sang pemain.

Komentar yang masuk bukan lagi sebatas evaluasi permainan, melainkan menyasar aspek identitas pribadi yang tak ada kaitannya dengan sepak bola.

Pemain Persebaya Alfredo Tata (tengah) berusaha menerobos kepungan  pemain Persib Bandung  pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Senin (2/3/2026) malam. Pada akhir pertandingan BRI Super League pekan ke 24 ini tim tuan tamu Persib Bandung berhasil menahan imbang tim tuan rumah Persebaya dengan skor akhir 2-2. (SURYA/HABIBUR ROHMAN)
Pemain Persebaya Alfredo Tata (tengah) berusaha menerobos kepungan pemain Persib Bandung pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Senin (2/3/2026) malam. Pada akhir pertandingan BRI Super League pekan ke 24 ini tim tuan tamu Persib Bandung berhasil menahan imbang tim tuan rumah Persebaya dengan skor akhir 2-2. (SURYA/HABIBUR ROHMAN) (TribunMataraman.com/Habiburrahman/tribunmataraman.com network)

2. Persebaya Kutuk Keras, Langsung Lapor ke APPI dan Operator Liga

Manajemen Persebaya bergerak cepat. Melalui akun Instagram resmi, klub menegaskan bahwa sepak bola adalah ruang kebersamaan yang tidak boleh dicemari kebencian.

Dalam pernyataannya, Persebaya mengutuk keras segala bentuk rasisme, baik yang dilakukan oleh suporter klub lain maupun jika itu datang dari suporter sendiri.

Tak berhenti pada pernyataan moral, manajemen juga telah melaporkan kasus ini ke APPI dan operator kompetisi (I League) untuk ditindaklanjuti sesuai regulasi yang berlaku.

Langkah ini menunjukkan bahwa klub tidak ingin kasus tersebut dianggap sepele, sekaligus memberi pesan bahwa rasisme harus dilawan secara sistematis.

3. Gelombang Solidaritas Mengalir dari Bonek dan Pecinta Sepak Bola

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved