Minggu, 12 April 2026

Liga Champions Asia

Bojan Pasang Badan Soal Debut Pahit Kurzawa dan Sergio Castel Bersama Persib Bandung

Debut Layvin Kurzawa dan Sergio Castel bersama Persib Bandung berakhir pahit. Maung Bandung tumbang 0-3 dari Ratchaburi FC di Thailand.

Editor: faridmukarrom
Dok. Persib
Debut Layvin Kurzawa dan Sergio Castel bersama Persib Bandung berakhir pahit. Maung Bandung tumbang 0-3 dari Ratchaburi FC di Thailand. 

Ringkasan Berita:
  • Persib Bandung menelan kekalahan 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar ACL Two 2025/2026. 
  • Dua pemain anyar, Layvin Kurzawa dan Sergio Castel, menjalani debut pahit di laga tersebut.
  • Pelatih Bojan Hodak menilai keduanya masih membutuhkan adaptasi. Ia juga menyoroti peluang yang terbuang, kalah duel lini tengah, serta faktor cuaca panas. Persib kini wajib menang minimal 4-0 di leg kedua di GBLA jika ingin lolos.

TRIBUNMATARAMAN.COM - Dua pemain anyar Persib Bandung, Layvin Kurzawa dan Sergio Castel, harus menelan kenyataan pahit pada laga debut mereka bersama Maung Bandung.

Keduanya tampil untuk pertama kalinya saat Persib menghadapi Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 di Ratchaburi Stadium, Rabu (11/2/2026), yang berakhir dengan kekalahan telak 0-3.

Sergio Castel masuk ke lapangan pada menit ke-58 menggantikan Andrew Jung, ketika Persib masih berusaha mengejar ketertinggalan.

Sementara itu, Layvin Kurzawa baru diturunkan pada menit ke-83 menggantikan Alfeandra Dewangga untuk memperkuat lini belakang yang mulai tertekan.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui bahwa kedua pemain tersebut masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan ritme permainan tim. Menurutnya, debut di level Asia memang bukan perkara mudah.

“Keduanya adalah pemain baru dan tentu saja membutuhkan waktu untuk menyatu dengan pemain yang lain,” ujar Bojan dalam konferensi pers usai pertandingan.

Meski begitu, ia menilai Kurzawa dan Castel memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting Persib ke depan. “Mereka bisa membantu kami di liga nanti dan berpeluang menjadi bagian dari 11 pemain utama,” tambahnya.

Bojan menilai Persib tidak memulai laga dengan kondisi terbaik. Pada 10 menit pertama, Maung Bandung langsung berada dalam tekanan setelah kebobolan lebih dulu.

Meski perlahan bangkit dan menciptakan beberapa peluang berbahaya, Persib gagal mengonversinya menjadi gol.

“Beberapa peluang sangat bagus, mengenai tiang, dan ada beberapa kesempatan lainnya, tapi kami tidak mencetak gol,” kata Bojan.

Situasi semakin sulit di babak kedua ketika Persib kalah dalam duel lini tengah. Penguasaan bola lebih banyak dikuasai Ratchaburi, membuat tim tuan rumah leluasa melancarkan serangan balik.

“Setelah melakukan pergantian pemain, kami mencoba sesuatu yang berbeda. Tapi kami tahu mereka berbahaya dalam serangan balik, dan kami tidak cukup hati-hati,” jelasnya.

Bojan juga menyoroti faktor cuaca panas yang menguras energi pemain. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi keuntungan bagi tuan rumah yang lebih terbiasa bermain di situasi seperti itu.

“Di babak kedua, alasan utamanya adalah cuaca di sini panas. Anda lebih banyak berkeringat, kehilangan energi lebih banyak, dan itu menjadi keuntungan bagi mereka,” ungkap pelatih asal Kroasia tersebut.

Ia menambahkan bahwa perbedaan level kompetisi juga menjadi tantangan tersendiri bagi Persib. Transisi dari Liga Indonesia ke kompetisi Asia membutuhkan adaptasi yang tidak mudah.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved