Sabtu, 25 April 2026

Super League Indonesia

Kata-kata Eduardo Perez Usai Dipecat Persebaya, Bajol Ijo Bidik Bernardo Tavares?

Sudah Berpisah Dengan Persebaya, Eduardo Perez Akui Senang Pernah Melatih Tim Yang Lahir di Kota Pejuang

Penulis: Khairul Amin | Editor: faridmukarrom
TribunMataraman.com/Khairul Amin
Kapten Persebaya, Bruno Moreira (kanan) dan pelatih Persebaya, Eduardo Perez saat jumpa pers setelah menghadapi Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (2/11/2025) malam. Laga berakhir 2-1 untuk Persebaya 

TRIBUNMATARAMAN.COM -  Eduardo Perez resmi berpisah dengan Persebaya Surabaya pada Sabtu (22/12/2025) malam. Keputusan itu menandai berakhirnya masa kerja pelatih asal Spanyol tersebut yang kurang lebih enam bulan menangani Bajol Ijo sejak awal musim Super League 2025/2026.

Meski singkat, Eduardo mengaku banyak kenangan yang ia bawa pulang dari Kota Pahlawan. Dalam pernyataan perpisahannya, ia menegaskan bahwa Persebaya memberi pengalaman berharga baik secara profesional maupun emosional.

“Saya menikmati setiap hari. Persebaya adalah klub besar dengan sejarah yang panjang. Dengan para pemain saya, saya tahu di mana saya berada,” ujar Eduardo.
“Sejak menit pertama, saya merasakan kota ini. Saya tahu persis apa arti kota ini. Para pejuang, orang-orang yang berjuang,” lanjutnya.

Baca juga: Bapenda Kabupaten Blitar Bakal Tambah 4 Pos Pengawasan, Optimalisasi Penerimaan Pajak MBLB

Eduardo memimpin Persebaya dalam 11 pertandingan Super League 2025/2026. Dari total laga tersebut, ia mencatat empat kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kekalahan. Hasil yang belum memenuhi ekspektasi klub hingga akhirnya diputuskan berpisah sebelum putaran pertama selesai.

Meski demikian, Eduardo tetap menaruh rasa hormat dan kebanggaan terhadap tim serta dukungan Bonek Mania.

“Saya sangat bahagia di sini, bekerja di klub ini dengan para pemain yang dimiliki,” katanya.
“Persebaya adalah klub besar yang memiliki suporter terbaik,” pungkasnya.

Persebaya menjadi klub Indonesia ketiga bagi Eduardo Perez. Sebelumnya, ia pernah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia di era Luis Milla dan menangani PSS Sleman.

Pengganti Eduardo  Bernardo Tavares?

Sosok pengganti Eduardo Perez mulai mengerucut.

Nama yang paling santer disebut adalah  Bernardo Tavares, mantan pelatih PSM Makassar yang kini ramai dibicarakan publik di media sosial. 

Pelatih asal Portugal itu disebut-sebut menjadi kandidat terkuat untuk menangani Persebaya di sisa musim Super League 2025/2026.

Bernardo Tavares sendiri baru saja meninggalkan PSM Makassar setelah pekan ketujuh, tepatnya usai laga melawan PSIM Yogyakarta.

Keputusan mundurnya pelatih berusia 43 tahun itu langsung memantik minat banyak klub. Kabarnya, tidak kurang dari 10 tim Super League mengincarnya, termasuk Semen Padang yang sempat lebih dulu kehilangan Eduardo Almeida.

Semen Padang bahkan mengaku sudah mencoba melakukan komunikasi langsung dengan Bernardo Tavares. Namun, pendekatan tersebut tak berujung kesepakatan. Kini klub Kabau Sirah telah menunjuk pelatih baru, yakni Dejan Antonic, dan membuka jalan bagi klub lain untuk mengejar Tavares.

Profil Bernardo Tavares

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved