Selasa, 5 Mei 2026

Liga Inggris

Liverpool vs Man Utd: Kisah Lammens, Kiper Muda yang Rebut Hati Ruben Amorim Siap Lawan The Reds

Sorotan pertandingan Liverpool vs Man United di Liga Inggris: Kiper Terbaru Man United Senne Lammens Siap Hadapi Ujian Sesungguhnya di Anfield

Tayang:
Editor: faridmukarrom
Man United
Kiper Terbaru Man United Senne Lammens Siap Hadapi Ujian Sesungguhnya di Anfield dalam lawatan Liga Inggris 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Jelang pertandinga lawan Liverpool, Kiper Man United Lammens jadi sorotan.

Ya, sebelumnya Manchester United kembali jadi sorotan usai keberanian mereka merekrut Tristan Lammens, kiper muda asal Belgia, di detik-detik akhir bursa transfer musim panas. 

Pemain berusia 23 tahun itu didatangkan dari Royal Antwerp dengan mahar sekitar £18,2 juta, dan kini mulai menunjukkan alasan mengapa United rela berjudi dengannya.

Padahal, pelatih Ruben Amorim semula bersikeras mempertahankan trio kiper Andre Onana, Altay Bayindir, dan Tom Heaton.

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Getafe vs Real Madrid Liga Spanyol Live TV, Mbappe Cs Main

Namun, keputusan sang pelatih berubah menjelang penutupan bursa transfer, setelah performa Bayindir dan Onana sama-sama menuai kritik di awal musim.

Bayindir sempat menjadi pilihan utama ketika Onana masih memulihkan diri dari cedera.

Sayangnya, serangkaian kesalahan fatal membuat kepercayaan publik menurun.

Onana sendiri kembali bermain di ajang Carabao Cup melawan Grimsby Town, namun dua blunder yang ia buat berujung pada kekalahan United lewat adu penalti hasil memalukan yang mempercepat keputusan mencari kiper baru.

United sempat dikaitkan dengan Emiliano Martinez dari Aston Villa, namun akhirnya memilih Lammens yang lebih muda dan dinilai punya potensi besar.

Pilihan ini didukung oleh Rik de Mil, mantan pelatih Club NXT (tim muda Club Brugge), yang pernah menjadi saksi awal munculnya bakat luar biasa Lammens.

Dalam wawancara dengan The Athletic, De Mil mengenang momen ketika Lammens mencetak gol penentu di ajang UEFA Youth League pada Desember 2019.

Saat itu, Brugge tertinggal 1-2 dari Real Madrid dan butuh gol untuk lolos ke babak gugur. Di menit akhir, Lammens maju ke depan saat timnya mendapat tendangan sudut dan berhasil menanduk bola menjadi gol penyeimbang.

“Teknik dan timing-nya sempurna. Mobilitasnya luar biasa, bahkan terkadang lebih baik dari beberapa pemain outfield,” ujar De Mil.

Tak hanya itu, sang pelatih juga mengungkapkan bahwa Lammens kerap meminta izin bermain sebagai pemain lapangan dalam latihan demi mengasah kemampuan kakinya sesuatu yang jarang dilakukan seorang penjaga gawang.

Dedikasi Lammens juga terlihat dari kisah lain: suatu malam sekitar pukul 10, De Mil melihat lampu gym di pusat latihan Brugge menyala. Rupanya, Lammens datang sendirian untuk berlatih tambahan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved