Selasa, 9 Juni 2026

MotoGP

Jadwal Terbaru MotoGP 2026 Live Trans7, Jika Marc Marquez Absen Alex Marquez Jadi Juara?

Jadwal MotoGP 2026 sesi Race MotoGP tayang via Siaran Langsung Trans7, Live Streaming Trans7 serta TV Online SPOTV

Tayang:
Editor: faridmukarrom
TribunMataraman.com/MotoGP.com
Jadwal MotoGP 2026 sesi Race MotoGP tayang via Siaran Langsung Trans7, Live Streaming Trans7 serta TV Online SPOTV 

Ringkasan Berita:
  • Jadwal MotoGP 2026 kemungkinan tayang Siaran Langsung Trans7 dan TV Online.
  • Link Live Streaming MotoGP 2026 sudah Tribunmataraman sediakan dalam artikel ini.
  • Setelah kembali dari cedera, Marquez tampil dominan dengan 11 kemenangan GP dan 14 sprint, mengungguli seluruh grid. 
  • Tanpa Marquez, gelar 2025 jatuh ke Alex Marquez dengan 535 poin, disusul Bezzecchi dan Acosta. 
  • Ducati tetap superior, bahkan GP24 lebih kompetitif ketimbang GP25.

TRIBUNMATARAMAN.COM - Jadwal MotoGP 2026 kemungkinan tayang Siaran Langsung Trans7 dan TV Online.

Siaran Langsung MotoGP 2026 dapat disaksikan juga via Live Streaming Trans7 dan Live Streaming Vision berbayar.

Link Live Streaming MotoGP 2026 sudah Tribunmataraman sediakan dalam artikel ini.

Setelah melalui perjalanan panjang pemulihan dari cedera lengan serius pada 2020, Marc Marquez akhirnya kembali ke puncak performa dan mencapai target utamanya menang lagi.

Namun pencapaiannya pada 2025 jauh melampaui sekadar kemenangan. Bersama Ducati pabrikan, ia tampil lebih kuat dibanding sebelum cedera, mencatatkan 11 kemenangan Grand Prix, 14 kemenangan Sprint Race, dan tujuh akhir pekan beruntun dengan raihan maksimal 37 poin dari Aragon hingga Hungaria.

Baca juga: Live RCTI! Jadwal Bola SEA Games Filipina vs Timnas U23 Indonesia

Dalam era sprint, belum ada pebalap lain yang mampu menunjukkan dominasi sebanding. Sebagai pembanding, bahkan Francesco Bagnaia yang memenangkan 11 Grand Prix pada 2024 masih gagal mengunci gelar dan tertinggal 10 poin di akhir musim. Dominasi Marquez semakin kontras ketika melihat masalah yang dialami Bagnaia di garasi sebelah serta ketidakkonsistenan Fabio Di Giannantonio dengan motor GP25.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai arah performa Ducati. Marquez mampu menaklukkan berbagai karakteristik GP25, sementara para pebalap lain justru terlihat terhambat. Situasi ini mengingatkan pada masa kejayaannya di Honda, ketika hanya Marquez yang mampu memaksimalkan motor yang sulit dikendarai oleh rekan setim maupun rivalnya.

Jawaban atas pertanyaan itu baru akan terlihat setelah putaran-putaran awal MotoGP 2026. Namun satu hal pasti: dengan Marquez yang kini kembali bugar dan berada di puncak kepercayaan diri, sulit membayangkan Ducati tergeser dari posisi dominannya.

Dari berbagai catatan statistik, Marquez seharusnya menjadi juara dunia 2025. Ia mengumpulkan 545 poin dari 18 putaran, unggul jauh baik di balapan utama maupun di sprint. Di Grand Prix, ia memimpin dengan 355 poin—jauh di atas Alex Marquez dengan 309 poin. Di sprint, selisihnya tetap lebar, 190 poin berbanding 158.

Beberapa musim terakhir, MotoGP dikenal memiliki persaingan gelar yang ketat. Namun setiap kali peluang terbuka, Marquez justru tak terlibat dalam perebutan tersebut karena kondisi fisik. Kehadirannya kembali dalam kondisi prima menjadi tantangan pahit bagi seluruh grid yang kini harus memikirkan strategi baru untuk menumbangkannya pada 2026.

Lantas, seperti apa wajah musim 2025 jika Marc Marquez tidak ada? Dalam skenario hipotetis tersebut di mana hasil balapan ulang sepenuhnya tanpa #93 peta kejuaraan berubah drastis. Menariknya, Ducati tetap menjadi penguasa utama.

Konsistensi Alex Marquez sejak awal musim membuatnya otomatis naik sebagai kandidat kuat juara dunia. Tanpa bayang-bayang kakaknya yang dominan, Alex menjadi pusat perhatian Ducati. Dengan motor GP24, ia memenangkan delapan Grand Prix naik dari tiga kemenangan yang ia raih di dunia nyatadan total poin Grand Prix-nya melonjak dari 309 menjadi 344. Di sprint, performanya lebih menonjol dengan 13 kemenangan dan total 191 poin. Kombinasi keduanya membuatnya mengakhiri musim dengan 535 poin dan menjadi juara dunia.

Di belakangnya, Marco Bezzecchi dari Aprilia naik ke posisi runner-up dengan 401 poin 134 poin di belakang Alex. Pedro Acosta berada di posisi ketiga dengan 351 poin, mewarisi kemenangan sprint di Brno dan kemenangan Grand Prix pertamanya di Hungaria.

Tanpa Marquez, nasib Bagnaia tak banyak berubah. Ia tetap gagal masuk tiga besar, hanya menambah satu kemenangan Grand Prix di Qatar dan menutup musim dengan 336 poin. Fabio Di Giannantonio mendapatkan kemenangan sprint di Hungaria, sementara Fabio Quartararo mengamankan satu kemenangan di Barcelona. Fermin Aldeguer seharusnya meraih kemenangan perdananya di Austria, bukan di Indonesia.

Yang paling menarik, dalam skenario tanpa Marquez, motor Ducati lama GP24 justru tampil jauh lebih dominan dengan 10 kemenangan, sementara GP25 hanya meraih tiga. Hal ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Ducati akan harus bekerja ekstra keras untuk mengembangkan GP26, atau justru kembali mengandalkan basis GP24 yang lebih jinak namun konsisten?

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved