Rabu, 3 Juni 2026

Selebrita

Berawal dari Atlet Motorcross Profesional, Karir Tenno Ali Justru Melejit di Film

Meski telah menjadi aktor terkenal, ternyata Babeh Tenno Ali awalnya berkecimpung di band dan penyuka motorcross

Tayang:
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Danendra Kusuma
TENNO ALI - Babeh Tenno Ali saat bercerita perjalanannya sebagai aktor saat pulang kampung di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Kamis (28/5/2026).  

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Di usia muda, Tenno Ali sudah berkeinginan menjadi seseorang yang terkenal. 

Tapi, kala itu berprofesi sebagai aktor tak ada dalam benaknya. Ia memilih jalan sebagai musisi band hingga terjun di olah raga ekstrem, motocross. 

Band yang ia besut bersama temannya sempat kondang, tapi tak berlanjut. Rekannya harus melanjutkan kuliah. Ia lantas memutuskan beralih ke motocross. 

Tanpa disangka, aktivitas motocross itu lah yang justru membawanya ke dunia seni peran. Ia akhirnya membintangi sejumlah film layar lebar dan film telivisi (FTV). 

Tenno Ali mengatakan pada 1982, tepatnya di kala akhir SMA, selepas ngeband, ia beralih jadi penghobi olah raga.

Baca juga: Sering Akting Jadi Babeh Betawi, Tenno Ali Ternyata Asli Kabupaten Nganjuk

Tak main-main olah raga yang dipilih tergolong ekstrem, yakni motocross. 

"Saya ikut motocross. Latihannya waktu itu di Pondok Indah. Di sana masih banyak pohon karet. Sampai kemudian bisa dibilang jadi crosser profesional. Saya ikut beragam perlombaan," katanya, saat ditemui di kediamannya di Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Kamis (28/5/2026). 

Ia melanjutkan, salah satu perlombaan yang diikuti dihelat di Cisarua, Kabupaten Bogor.  Sebelum berlaga dia berlatih dulu di sana bersama empat rekannya dan para kru. 

"Saya menjajal trek. Sekelebat saya melihat ada sekumpulan orang sedang membuat film tak jauh dari lokasi latihan. Tapi kami tak memperdulikan. Kami fokus latihan," lanjutnya. 

Setelah beberapa kali putaran, ia dan temannya beristirahat. Kemudian, sutradara film tiba-tiba datang menghampirinya. 

"Kami mengobrol. Tak lama, dia mengajak main film," ungkapnya. 

Tawaran tersebut tak langsung diiyakan Tenno Ali. Ia memang tak tertarik bermain film. Padahal sutradara bersedia memberikan bayaran atau upah. 

"Meski dikasih uang, saya tak tertarik. Saya menolaknya agak mengejek tidak gentle main film," ujarnya tertawa. 

Tak berhenti di situ, orang tersebut memakai cara lain agar Tenno Ali kepincut. 

Dia menawarkan sesuatu kepada Tenno Ali dan temannya. Tawaran itu memikat Tenno Ali

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved