Jumat, 8 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Nganjuk

Bupati Nganjuk Kang Marhaen Minta Jajaran Pemkab Perbarui Wawasan

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi meminta jajaran terus memperbarui wawasan dengan belajar dari para tokoh berpengalaman

Tayang:
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Pemkab Nganjuk
Rapat Koordinasi : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim), Selasa (3/2/2026). Kegiatan itu menghadirkan mantan Sekretaris Daerah Nganjuk, Sumarlan guna berbagi ilmu tata kelola pemerintahan.  

Ringkasan Berita:
  • Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi meminta jajaran terus memperbarui wawasan dengan belajar dari para tokoh berpengalaman. 
  • Hal itu, disampaikan kang Marhaen -sapaan Bupati- saat Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim), Selasa (3/3/2026).
  • Kegiatan tersebut dihelat guna memperkuat integritas dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Nganjuk melalui refleksi sejarah dan nilai-nilai reformasi

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi meminta jajaran terus memperbarui wawasan dengan belajar dari para tokoh berpengalaman. 

Hal itu, disampaikan kang Marhaen -sapaan Bupati- saat Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim), Selasa (3/3/2026).

Kegiatan tersebut dihelat guna memperkuat integritas dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Nganjuk melalui refleksi sejarah dan nilai-nilai reformasi.

Pada Rakorpim, Pemkab menghadirkan mantan Sekretaris Daerah Nganjuk, Sumarlan.

Di kesempatan itu, Sumarlan berbagi ilmu dan fondasi birokrasi.

"Saya mengajak seluruh jajaran untuk mencermati materi ini agar kita memiliki dasar yang kuat dalam melayani masyarakat," katanya, Selasa (4/3/2026). 

"Penting bagi kita untuk belajar dari mereka yang memiliki rekam jejak luas di birokrasi," tambahnya. 

Sementara itu, Sumarlan mengajak peserta Rakorpim melakukan refleksi mendalam mengenai peran abdi negara. 

Ia menyoroti fenomena "zona abu-abu", di mana seorang pegawai seringkali terjebak dalam rutinitas formalitas semata. 

Faktor itu, disebutnya, menciptakan kondisi minim esensi pengabdian nyata. 

Menurutnya, pengabdian sejati tidak boleh berhenti hanya pada pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) di atas kertas.

"Jika seorang pegawai hanya bekerja sesuai instruksi tanpa ada nilai tambah atau kepedulian lebih, maka ia berada dalam kondisi abu-abu," jelasnya.

Baca juga: Batu Raksasa Tutup Jalur Trenggalek-Ponorogo, Polisi Pasang Peringatan dan Alihkan Arus

Ia juga mendorong ASN Nganjuk memberikan performa terbaik yang didasari integritas, melampaui batasan administratif.

Selain aspek dedikasi, rapat ini juga menekankan komitmen Pemkab Nganjuk dalam menjaga marwah birokrasi dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). 

Sumarlan mengingatkan lahirnya berbagai regulasi pasca-reformasi, seperti PP Nomor 5 Tahun 1999 dan PP Nomor 12 Tahun 1999, adalah mandat agar setiap pegawai memiliki pola pikir reformis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved