Selasa, 14 April 2026

Laporan Terkini Pemantauan Hilal

Update Rukyatul Hilal di Gresik: Hilal Belum Terlihat, Posisi Masih di Bawah 2 Derajat

Hasil rukyatul hilal di Gresik pada 19 Maret 2026 menunjukkan hilal belum terlihat dengan posisi sekitar 2 derajat dan elongasi 5 menit.

|
Editor: faridmukarrom
TribunMataraman.com/Youtube Kompas TV
Hasil rukyatul hilal di Gresik pada 19 Maret 2026 menunjukkan hilal belum terlihat dengan posisi sekitar 2 derajat dan elongasi 5 menit. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | GRESIK - Hasil rukyatul hilal di wilayah Gresik pada Kamis, 19 Maret 2026, menunjukkan bahwa hilal belum terlihat.

Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah.

Berdasarkan laporan reporter Kompas TV melalui siaran YouTube, posisi hilal terpantau masih rendah dan belum memenuhi kriteria visibilitas.

"Posisi hilal 2 derajat dengan elongasi 5'," ucap reporter.

Dengan ketinggian yang masih berada di bawah atau sekitar 2 derajat serta elongasi yang belum ideal, peluang hilal untuk terlihat dinilai sangat kecil.

Baca juga: Update Hasil Rukyatul Hilal di Bondowoso Tak Terlihat

Kondisi ini sejalan dengan hasil pemantauan di sejumlah daerah lain di Indonesia yang juga menunjukkan hilal masih rendah di ufuk.

Karena itu, keputusan resmi penetapan Idulfitri 2026 tetap akan ditentukan melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia setelah menerima laporan rukyatul hilal dari berbagai wilayah.

Hilal Tak Terlihat di Tuban

 Hasil pengamatan sementara Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) Kabupaten Tuban menunjukkan bahwa hilal diperkirakan masih sulit terlihat hingga Kamis, 19 Maret 2026.

Dengan kondisi tersebut, penentuan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau 1 Syawal masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah.

Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan di Menara Rukyatul Hilal Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, posisi hilal berada di kisaran 1,5 derajat dengan elongasi sekitar 6,4 derajat.

“Saat ini terpantau masih berada di kisaran 1,5 derajat,” ujar Mashari.

Baca juga: H-2 Lebaran 2026, Arus Kendaraan Pribadi Mulai Padati Simpang Tiga Mengkreng Menuju Kediri

Menurutnya, kondisi tersebut membuat peluang hilal untuk dapat terlihat, baik dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu optik, sangat kecil saat pelaksanaan rukyatul hilal.

“Kemungkinan besar tidak bisa terlihat, bahkan dengan alat optik sekalipun,” imbuhnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved