Selasa, 7 April 2026

Lebaran 2026

3 LINK Live Streaming Sidang Isbat 1447 H Kamis 19 Maret 2026 Cek di Sini

Link Live Streaming Penentuan 1 Syawal 1447 H, cek selengkapnya dalam artikel ini, PWNU Jatim siapkan 42 titik pemantauan hilal.

Editor: faridmukarrom
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
Link Live Streaming Penentuan 1 Syawal 1447 H, cek selengkapnya dalam artikel ini, PWNU Jatim siapkan 42 titik pemantauan hilal. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Link Live Streaming Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Hari Ini, Kamis 19 Maret 2026

Sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 H digelar Kamis, 19 Maret 2026.

LFNU Jawa Timur melakukan rukyatul hilal di 42 titik, namun hilal diperkirakan sulit terlihat karena ketinggian hanya 1–2 derajat.

Kriteria MABIMS belum terpenuhi, sehingga peluang terlihat sangat kecil.

BRIN juga menyatakan hal serupa. Muhammadiyah menetapkan Lebaran 20 Maret 2026, sedangkan pemerintah dan NU memprediksi 21 Maret 2026, menunggu hasil sidang isbat.

Baca juga: Daftar Pondok Pesantren NU di Mataraman Gelar Hari Raya Idul Fitri Jumat 20 Maret 2026

Siaran Langsung Sidang Isbat 1447 H Penentuan 1 Syawal

Siaran Langsung Sidang Isbat dapat disaksikan via Siaran Langsung Kompas TV dan Live Streaming Youtube Kemenag.

Link Live Streaming Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1447 H sudah Tribunmataraman sediakan di artikel ini.

Rukyatul Hilal Digelar di Puluhan Titik

Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jawa Timur akan melaksanakan rukyatul hilal di 42 titik yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Pengamatan ini dilakukan untuk melihat hilal atau bulan sabit pertama sebagai penanda awal bulan Syawal.

Ketua LFNU Jawa Timur, Syamsul Maarif, menjelaskan bahwa hilal pada 19 Maret 2026 diperkirakan sulit terlihat karena posisinya sangat rendah di ufuk.

Berdasarkan perhitungan ilmu falak, ijtima’ terjadi pukul 08.25 WIB. Setelah matahari terbenam, hilal sudah berada di atas ufuk, namun hanya memiliki ketinggian sekitar 1–2 derajat dan bertahan sekitar 10 menit.

Kondisi ini membuat hilal sangat sulit diamati dengan mata telanjang. Bahkan di wilayah terbaik seperti Aceh, tinggi hilal hanya sekitar 2° 51’ dengan elongasi 6° 09’, masih sedikit di bawah standar.

Indonesia menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu:

Tinggi hilal minimal: 3°
Elongasi minimal: 6,4°

Karena hasil hisab masih di bawah kriteria tersebut, peluang hilal terlihat tergolong kecil. Namun, pengamatan tetap dilakukan untuk memastikan secara langsung di lapangan.

Analisis BRIN dan Perbedaan Metode
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved