Senin, 4 Mei 2026

Mudik Lebaran 2026

Kisah Pemudik Terjebak Macet 20 Jam Menuju Gilimanuk - Ketapang, Perjalanan Terlama

Pemudik dari Bali menuju Pulau Jawa harus menempuh perjalanan hingga 20 jam, akibat kemacetan parah menuju Pelabuhan Gilimanuk

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Istimewa ASDP Ketapang
ANTREAN - Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan operasi sangat padat untuk penyebrangan lintas Jawa-Bali, Senin (16/3/2026). 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, BANYUWANGI - Pemudik dari Bali menuju Pulau Jawa harus menempuh perjalanan hingga 20 jam, akibat kemacetan parah menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Cerita ini dituturkan oleh Winda Sari (32), seorang pemudik yang hendak menuju Malang.

Perempuan ini bekerja di Denpasar, Bali, dan harus menghadapi kemacetan panjang saat hendak menyeberang ke Jawa, lewat penyeberangan Jawa-Bali tersebut.

Padahal dalam kondisi normal, dari Denpasar sampai ke Banyuwangi, setelah menyeberang Selat Bali, hanya membutuhkan waktu sekitar lima jam.

Namun Kali ini, dia harus menempuh perjalanan hingga 20 jam.

“Macet parah, naik bus, ditambah antre kapal. Total kemarin 20 jam perjalanan dari Denpasar sampai antre kapal,” ujar Winda, Senin (16/3/2026).

Ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju Malang dengan total perjalanan mencapai 37 jam.

“Kalau total 37 jam baru sampai Malang. Ini mudik terlama saya,” katanya.

Baca juga: Macet Sepanjang 24 Kilometer Menuju Gilimanuk, ASDP Tetapkan Operasi Sangat Padat

Jalur Pintas Naik Ojek

Pengalaman serupa juga dialami Ansori (43), warga Sidoarjo yang mudik dari Denpasar menuju Jawa.

Ia mengatakan kemacetan parah terjadi di sekitar wilayah Melaya dan Hutan Cekik, menuju pelabuhan Gilimanuk.

Karena antrean kendaraan yang sangat panjang, Ansori akhirnya memilih turun dari bus dan melanjutkan perjalanan menggunakan ojek menuju pelabuhan.

“Antrean lebih dari 20 kilometer, jadi saya turun naik ojek. Kalau tidak begitu bisa ketinggalan kereta. Mending nunggu lama tapi di stasiun,” ujar Ansori saat ditemui di Stasiun Ketapang, Banyuwangi.

Menurutnya, pengemudi ojek lebih mengetahui jalan alternatif sehingga bisa menghindari antrean kendaraan yang panjang.

“Kalau ojek kan sudah tahu jalan-jalan kecil, jadi bisa langsung diantar ke pelabuhan dan tidak ikut antre kendaraan,” jelasnya.

Kondisi serupa juga dialami Nanik yang mudik bersama suami dan dua anaknya menuju Jember.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved