Kamis, 21 Mei 2026

Angkutan Lebaran 2026

Penyeberangan Selat Bali Rawan Macet, Gapasda : Dermaga Cuma 7 Pasang Idealnya 10

Rawan terjadi kemacetan di lintas penyeberangan Ketapang - Gilimanuk di masa Angkutan Lebaran 2026 ini

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Aflahul Abidin
DERMAGA - Kepala Bidang Usaha dan Pentarifan DPP Gapasdap Rakhmatika Ardianto bersama mengurus Gapasdap Banyuwangi saat berada di Dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang, Sabtu (14/3/2026). Menurut Gapasdap, jumlah dermaga di Ketapeng-Gilimanuk masih jauh dari ideal. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, BANYUWANGI - Rawan terjadi kemacetan di lintas penyeberangan Ketapang - Gilimanuk di masa Angkutan Lebaran 2026 ini.

Hal ini disampaikan oleh Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan atau Gapasdap

Menurut Gapasdap, jumlah dermaga di salah satu lintasan penyeberangan terpadat di Indonesia itu jauh dari ideal.

Kepala Bidang Usaha dan Pentarifan DPP Gapasdap Rakhmatika Ardianto mengatakan, Pelabuhan Ketapang menjadi tempat untuk 55 kapal.

Namun, jumlah dermaganya hanya 7 pasang. Hal tersebut membuat banyak kapal tak bisa beroperasi setiap hari karena jumlah dermaga yang kurang memadai.

"Hari ini saya mendengar kemacetan di Gilimanuk mengular sampai 7 kilometer. Itu antrean yang panjang," kata dia, Sabtu (14/3/2026).

Baca juga: Dua Mahasiswa Jatim Berhasil Dievakuasi dari Iran, Pemprov Fasilitasi Pulang ke Jember dan Malang

Menurut dia, antrean semacam itu bisa diminimalkan apabila jumlah dermaga mencukupi.

Sehingga akan semakin banyak kapal yang dapat beroperasi. Dampak pastinya, akan semakin banyak kendaraan yang bisa terangkut.

"Ini sebenarnya sudah kami prediksi sejak dulu. Kami sudah beberapa kali menyampaikan kepada pemerintah bahwa akar permasalahan di lintasan Ketapang–Gilimanuk ini adalah jumlah dermaga yang kurang," ujar dia.

Rakhmatika mengatakan, sepasang dermaga hanya ideal untuk melayani empat kapal. Dengan demikian, jumlah ideal pelayanan kapal di Pelabuhan Ketapang hanya 28 kapal setiap hari.

"Itu artinya kurang lebih 50 persen dari total kapal yang tersedia. Lalu sisanya ke mana? Sisanya harus off dan menunggu giliran," sambung dia.

Menurut Gapasdap, jumlah ideal dermaga di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk adalah 10 pasang. 

"Jika ada tambahan 3 pasang dermaga, maka kapal yang bisa beroperasi akan bertambah sekitar 12 kapal. Kapal tambahan ini berasal dari kapal-kapal yang saat ini tidak beroperasi. Dengan tambahan 12 kapal tersebut, kapasitas angkut bisa meningkat sekitar 40 persen dari kapasitas yang ada sekarang," sambungnya.

Menurutnya, permintaan penambahan dermaga itu telah disampaikan oleh Gapasdap kepada eksekutif dan legislatif. Hanya saja, pihak terkait belum menanggapi secara pasti.

Jika jumlah kapal beroperasi ditambah tanpa penambahan dermaga, menurut Rakhmatika, risiko kekacauan penyebrangan justru muncul.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved