Senin, 27 April 2026

Lebaran 2026

Kapan Idul Fitri 2026? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah, Muhammadiyah, NU, dan BRIN

Inilah Prediksi Lebaran 2026 di Indonesia, Ada Potensi Beda antara Pemerintah dan Muhammadiyah.

Editor: faridmukarrom
tribunjatim/sofyan arif candra sakti
Inilah Prediksi Lebaran 2026 di Indonesia, Ada Potensi Beda antara Pemerintah dan Muhammadiyah. 

Ringkasan Berita:
  • Prediksi 1 Syawal 1447 H atau Lebaran 2026 di Indonesia berpotensi berbeda. Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026 berdasarkan metode Kalender Hijriah Global Tunggal. 
  • Sementara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Nahdlatul Ulama memprediksi Lebaran pada 21 Maret 2026 karena posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS. 
  • Kepastian tanggal Idul Fitri akan ditentukan melalui sidang isbat pada 19 Maret 2026.

TRIBUNMATARAMAN.COM - Inilah Prediksi 1 Syawal 2026 di Indonesia baik dari versi Muhammadiyah hingga Pemerintah dan NU 21 Maret

Diberitakan tribunmataraman.com, Penetapan tanggal Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah pada tahun 2026 berpotensi berbeda di Indonesia.

Perbedaan ini diperkirakan terjadi karena metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan oleh pemerintah dan sejumlah organisasi keagamaan tidak sama.

Peneliti Astronomi dan Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa potensi perbedaan Lebaran 2026 berkaitan dengan konsep hilal lokal dan hilal global.

Hilal lokal mengacu pada pengamatan bulan baru di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara yang menjadi rujukan pemerintah melalui metode rukyatul hilal.

Sementara itu, hilal global berlaku tanpa batasan geografis, sehingga jika ada satu lokasi di dunia yang memenuhi kriteria visibilitas hilal, maka awal bulan Hijriah dapat ditetapkan secara serentak.

Analisis BRIN Soal Posisi Hilal

Menurut analisis BRIN, posisi hilal Syawal di Indonesia diperkirakan belum memenuhi kriteria baru yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Dalam kriteria tersebut, tinggi hilal minimal harus mencapai 3 derajat dengan elongasi minimal 6,4 derajat agar dapat terlihat.

Namun berdasarkan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan oleh Muhammadiyah, posisi bulan sudah memenuhi syarat karena ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.

Berdasarkan metode tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Prediksi Lebaran 2026 Menurut Pemerintah dan NU

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia memprediksi Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi tersebut tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026.

Meski demikian, tanggal tersebut masih bersifat perkiraan. Kepastian jadwal Lebaran akan ditentukan melalui sidang isbat yang rencananya digelar pada 19 Maret 2026.

Dalam sidang tersebut, penetapan awal Syawal dilakukan dengan dua metode, yakni perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan langsung bulan baru (rukyatul hilal).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved