Kamis, 30 April 2026

Pembangunan Tol di Jawa Timur

TERBARU! Tol Probolinggo–Banyuwangi Segera Dibuka Gratis saat Nataru 2025

Tol Probolinggo–Banyuwangi segera dibuka gratis saat Nataru. Waskita Karya mengungkap dampak besar proyek ini bagi kelancaran logistik

Tayang:
Editor: faridmukarrom
TribunMataraman.com/BPJT
Tol Probolinggo–Banyuwangi segera dibuka gratis saat Nataru. Waskita Karya mengungkap dampak besar proyek ini bagi kelancaran logistik 

Ringkasan Berita:
  • Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) Paket 3 sepanjang 5,8 km telah mencapai progres 90,66 persen dan direncanakan dibuka gratis saat libur Natal dan Tahun Baru. 
  • Waskita Karya menilai tol ini akan memangkas waktu tempuh hingga 60 persen, melancarkan logistik.
  • Kemudian dibukanya ini bisa mengurai kemacetan Pantura, serta mendorong pariwisata dan investasi di Jawa Timur.

TRIBUNMATARAMAN.COM | SITUBONDO -Pembangunan infrastruktur strategis di ujung timur Pulau Jawa kini memasuki fase krusial yang paling dinantikan masyarakat.

Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) disebut semakin mendekati garis akhir dan siap memberikan dampak signifikan bagi mobilitas, logistik, hingga pariwisata Jawa Timur.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus memacu penyelesaian Tol Probowangi Paket 3 yang membentang di Kabupaten Probolinggo hingga Situbondo. Ruas sepanjang 5,8 kilometer ini telah mencapai progres 90,66 persen dan direncanakan dapat difungsikan secara gratis selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.

Keberadaan tol ini diharapkan menjadi solusi atas kemacetan panjang yang selama ini kerap terjadi di jalur pantai utara (Pantura) Jawa Timur, terutama saat musim liburan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan Tol Trans Jawa bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, melainkan bagian dari strategi besar penguatan ekonomi dan sosial masyarakat.

Baca juga: Daftar 16 Kecamatan Terbaru di Situbondo yang Dilewati Proyek Jalan Tol Prosiwangi

Sejalan dengan itu, Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menilai Tol Probowangi akan memberikan efek berganda yang luas bagi daerah yang dilintasinya.

“Jalan tol ini diproyeksikan tidak hanya memperlancar logistik, tetapi juga mendongkrak sektor pariwisata Jawa Timur secara signifikan,” ujar Ermy, Rabu (10/12/2025).

Tol Probowangi akan menjadi akses utama menuju berbagai destinasi wisata unggulan dan superprioritas di Jawa Timur, mulai dari Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Alas Purwo, hingga kawasan Bromo Tengger Semeru. Kehadiran tol ini juga melengkapi jaringan Tol Trans Jawa dari Merak hingga Banyuwangi serta memangkas jarak tempuh dari kota-kota besar seperti Surabaya dan Malang menuju ujung timur Pulau Jawa.

Salah satu daya tarik utama proyek ini adalah Jembatan Paiton, jembatan raksasa sepanjang 450 meter yang membentang di atas perbukitan. Struktur megah ini diproyeksikan menjadi ikon baru Jawa Timur.

“Tidak mudah membangun jembatan ini, karena lokasinya membelah bukit dan jurang. Meski begitu, kami berupaya menyelesaikannya secara maksimal supaya bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat,” kata Ermy.
Selain fungsi konektivitas, jembatan tersebut juga menawarkan panorama alam yang menawan dan berpotensi menjadi daya tarik wisata tersendiri.

Dari sisi ekonomi, Tol Probowangi diyakini membawa manfaat besar bagi sektor logistik dan investasi. Waktu tempuh dari Probolinggo menuju Besuki yang sebelumnya sekitar satu jam 15 menit diperkirakan dapat dipangkas menjadi hanya 30 menit dengan kecepatan rata-rata 80–100 kilometer per jam.

Efisiensi waktu lebih dari 60 persen ini dinilai sangat vital bagi kelancaran distribusi barang, efisiensi biaya logistik, serta peningkatan daya saing produk lokal.

Pembangunan Tol Probowangi sendiri terbagi dalam tiga paket, yakni Paket 1 Gending–Kraksaan, Paket 2 Kraksaan–Paiton, dan Paket 3 Paiton–Besuki. Dalam pelaksanaannya, Waskita Karya juga menunjukkan komitmen terhadap dampak sosial dengan melibatkan tenaga kerja lokal hingga 44,34 persen.

Sebagai BUMN konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun, kontribusi Waskita Karya dalam pembangunan jaringan tol nasional terbilang besar. Dalam 10 tahun terakhir, perseroan telah menyelesaikan 23 ruas jalan tol dengan total panjang lebih dari 1.000 kilometer.

“Kami percaya semakin banyak infrastruktur yang terbangun, maka semakin merata pula pelayanan, bantuan, serta fasilitas yang diterima masyarakat. Dengan begitu mampu mendorong perekonomian daerah,” pungkas Ermy.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved