Kamis, 7 Mei 2026

Bayi Dimutilasi di Sumenep

UPDATE Penemuan Jenazah Bayi di Sumenep, Polisi Bantah Dugaan Mutilasi

Polisi membantah adanya dugaan mutilasi dalam kasus penemuan jenazah bayi di sebuah rumah kos di Pulau Kangean Sumenep

Tayang:
Penulis: Ali Syahbana | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Ali Syahbana
KETERANGAN : Plt Kasi Humas Polres Sumenep Akp Widiarti Sutioningtyas, Rabu (3/9/2025). Polisi membantah informasi jika bayi yang ditemukan di rumah kos di Kangean Sumenep adalah korban mutilasi 

TRIBUNMATARAMAN.COM I SUMENEP - Polisi membantah adanya dugaan mutilasi pada bayi yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep

Meski begitu, penemuan jenazah bayi perempuan usia 11 bulan itu masih jadi tanda tanya besar.

Pihak Polres Sumenep secara tegas membantah isu yang beredar soal dugaan mutilasi bayi tersebut.

Sebelumnya, bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (1/9/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.

Jasadnya terbungkus plastik hitam dan dimasukkan ke dalam tas warna putih kombinasi hitam yang mengeluarkan bau menyengat.

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti Sutioningtyas menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif terkait kasus ini.

Mantan Kapolsek Kota Sumenep ini memastikan, tidak ada tanda-tanda mutilasi pada tubuh korban.

"Kami tegaskan, kondisi bayi ditemukan dalam keadaan utuh. Tidak ada tanda-tanda mutilasi seperti yang beredar di masyarakat maupun media sosial," ungkap AKP Widiarti S, Rabu (3/9/2025).

Baca juga: Pemkab Nganjuk Salurkan Bantuan Sosial untuk Disabilitas, Wujud Kepedulian

AKP Widiarti Sutioningtyas mengatakan, penyebab pasti kematian bayi masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis dari Rumah Sakit Abuya Kangean.

"Masih tunggu hasil pemeriksaan tim medis," tegasnya.

Dalam perkara ini lanjutnya, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, seperti tas, baju bayi, selimut, sarung, serta plastik pembungkus.

Untuk diketahui, jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nenek bernama Buatun (70), warga Desa Duko Kecamatan Arjasa.

Awalnya, ia mendapat permintaan dari pemilik kos untuk mengambil barang-barang milik menantunya berinisial ST, tak lain merupakan ibu dari bayi tersebut.

Namun, saat membuka tas milik menantunya di dalam kamar, Buatun justru dikejutkan oleh temuan jasad cucunya sebut saja bayi tersebut bernama AL.

Bayi perempuan berusia sekitar 11 bulan itu tampak sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Dengan kejadian tersebut, polisi masih mendalami keterangan para saksi dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pihak-pihak yang diduga terkait.

"Kami juga minta bantuan rekan-rekan untuk menemukan ibu kandung dari bayi tersebut," ungkapnya.

Karena keluarganya, sampai saat ini sudah hilang kontak.

 

(Ali Syahbana/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved