Jumat, 24 April 2026

Lebaran 2026

Cara Nonton Live Streaming Sidang Isbat 1447 H Kamis 19 Maret 2026, Cek 3 Link di Sini

Link Live Streaming Penentuan 1 Syawal 1447 H, cek selengkapnya dalam artikel ini, PWNU Jatim siapkan 42 titik pemantauan hilal.

Editor: faridmukarrom
TribunMataraman.com/Kolase Tribunmataraman.com
Link Live Streaming Penentuan 1 Syawal 1447 H, cek selengkapnya dalam artikel ini, PWNU Jatim siapkan 42 titik pemantauan hilal. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - 3 Link Live Streaming sidang isbat yang akan diselenggarakan Kamis (19/3/2026).

Diketahui penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah akan dilaksanakan mulai Kamis (19/3/2026).

Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Jatim akan melakukan Rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal di 41 Titik atau lokasi di Jawa Timur pada Kamis (19/3/2026). Meski demikian, tak dipungkiri bahwa berdasarkan perhitungan sementara hilal berpotensi tidak terlihat. 

Ketua LFNU Jawa Timur, Syamsul Maarif menjelaskan, bahwa 42 Titik itu tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Rukyatul Hilal adalah metode pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit muda pertama pada saat matahari terbenam di tanggal 29 bulan Qamariah. 

Tujuannya, untuk menetapkan awal bulan baru Hijriah, seperti Ramadhan dan Syawal. "Ada 42 Titik di Jawa Timur," kata Syamsul Maarif kepada TribunJatim.com saat dikonfirmasi dari Surabaya, Rabu (18/3/2026).

Dari perhitungan ilmu falak, pada Kamis 19 Maret 2026 terjadi ijtima’ atau pertemuan Matahari dan Bulan pada pukul 08.25 WIB. Setelah matahari terbenam pada hari itu, hilal sudah berada di atas ufuk, tetapi ketinggiannya masih rendah. Di banyak wilayah Indonesia tinggi hilal hanya sekitar 1–2 derajat dan bertahan sekitar 10 menit setelah matahari terbenam. 

"Sehingga secara umum sangat sulit untuk terlihat dengan mata," jelas Syamsul. 

Menurut Syamsul, wilayah yang posisi hilalnya paling baik di Indonesia adalah Aceh, dengan tinggi hilal sekitar 2° 51’ dan elongasi sekitar 6° 09’. Artinya bulan memang sudah berada di atas ufuk dan jaraknya dari Matahari juga sudah mulai terbuka, sehingga secara teori ada kemungkinan untuk terlihat, namun kondisinya masih sangat tipis.

Sementara itu, di Indonesia digunakan kriteria imkanur rukyah yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Yakni, minimal tinggi hilal 3° dan elongasi 6,4° dengan tujuan agar secara ilmiah dianggap memungkinkan terlihat. 

Sementara di Aceh hasil hisab menunjukkan tinggi 2,51° dan elongasi 6,09°, sehingga masih sedikit di bawah kriteria tersebut. Karena selisihnya sangat kecil, para perukyat tetap melakukan pengamatan, meskipun tak dipungkiri kemungkinan terlihatnya masih sangat tipis.

Lebih jauh, Syamsul menjelaskan bahwa Secara hisab, hilal sudah berada di atas ufuk, namun hampir di seluruh Indonesia masih rendah. Bahkan di Aceh yang paling tinggi pun masih sedikit di bawah batas kriteria imkanur rukyah. 


"Oleh karena itu penentuan awal Syawal tetap menunggu hasil rukyat di lapangan dan keputusan sidang isbat pemerintah," jelasnya. 

Ponpes Al Falah Ploso Kediri Jatuhkan Hari Raya Jumat 20 Maret

Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri yang berlokasi di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan ini didasarkan pada hasil perhitungan lajnah falakiyah pesantren.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Yai Ma'shum selaku dewan mufattisy (penasehat) secara daring.

Ia menjelaskan bahwa ijtima akhir Ramadhan terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 17.00 WIB, dengan tinggi hilal mencapai 5 derajat 12 daqiqah.

Berdasarkan perhitungan tersebut, awal Syawal ditetapkan pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

Keputusan ini merupakan hasil penghitungan internal yang dilakukan oleh lajnah falakiyah pesantren. Sebelumnya, pesantren yang sama juga telah menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.

Menurut Gus Mahsus, salah satu pengajar di pesantren tersebut, penentuan ini mengacu pada sistem kalender falakiyah yang telah disusun sebagai pedoman bagi komunitas internal pesantren dan para alumninya.

Ia juga menyebutkan bahwa setiap menjelang hari raya, banyak masyarakat yang menanyakan kepastian waktu Idul Fitri, sehingga kalender ini dibuat untuk memberikan panduan yang jelas.

Analisis BRIN Soal Posisi Hilal

Berdasarkan analisis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), posisi hilal Syawal di Indonesia diperkirakan belum memenuhi kriteria baru yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Dalam kriteria tersebut, tinggi hilal minimal harus mencapai 3 derajat dengan elongasi minimal 6,4 derajat agar dapat terlihat.

Namun berdasarkan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan oleh Muhammadiyah, posisi bulan sudah memenuhi syarat karena ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Oleh karena itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Prediksi Lebaran 2026 Versi Pemerintah dan NU

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia memprediksi Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sebagaimana tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia 2026.

Meski demikian, tanggal tersebut masih bersifat perkiraan dan menunggu hasil sidang isbat. Penetapan dilakukan menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal.

Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS, maka 1 Syawal ditetapkan keesokan harinya. Namun jika tidak terlihat, maka bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Prediksi serupa juga disampaikan oleh Nahdlatul Ulama melalui kalender Almanak NU yang memperkirakan Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026.

Link Live Streaming

LINK KEMENANG

LINK KOMPAS TV

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved