Harga BBM Naik
Warga Kediri Beralih ke Pertalite Imbas Harga BBM Pertamax Naik, Dinilai Sangat Memberatkan
Kenaikan harga BBM Pertamax tembus Rp 16.250 per liter. Warga Kediri, Jawa Timur pun beralih ke Pertalite dan menilai sangat memberatkan.
Penulis: Isya Anshori | Editor: Rendy Nicko
Meski demikian, Totok berharap suatu saat bisa kembali menggunakan Pertamax apabila selisih harga dengan Pertalite tidak terlalu jauh.
"Kalau bisa jangan jauh-jauh kenaikannya. Biar masyarakat masih bisa kembali pakai Pertamax seperti biasanya," katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Mandor SPBU Pelem, Yulianto mengatakan dampak kenaikan harga belum terlihat signifikan pada hari pertama pemberlakuan tarif baru.
Menurutnya, sebagian masyarakat masih belum mengetahui adanya perubahan harga karena informasi baru diterima SPBU pada Selasa (9/6/2026) malam.
"Untuk saat ini belum bisa terlihat dampaknya karena mungkin masih banyak konsumen yang belum mengetahui. Jadi penjualannya juga belum bisa dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya," jelas Yulianto.
Ia menyebut pihak SPBU langsung melakukan penyesuaian harga pada papan informasi dan mesin dispenser setelah menerima pemberitahuan resmi.
Selain itu, operator SPBU juga diminta menyampaikan informasi kenaikan harga kepada konsumen sebelum melakukan pengisian BBM.
"Kami instruksikan operator untuk memberitahu konsumen terlebih dahulu bahwa ada kenaikan harga sebelum pengisian dilakukan," ujarnya.
Meski banyak pelanggan yang terkejut melihat harga baru Pertamax, Yulianto memastikan hingga saat ini belum terjadi gejolak maupun protes yang mengganggu operasional SPBU
"Memang banyak yang kaget karena harganya naik cukup tinggi. Tetapi sejauh ini tidak ada masalah, pelayanan tetap berjalan lancar seperti biasa," pungkasnya.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Antrean-pengisian-BBM-di-SPBU-Kecamatan-Pare-Kabupaten-Kediri-Rabu-1062026.jpg)