Kamis, 4 Juni 2026

Berita Terbaru Kota Kediri

Kota Kediri Siaga Hadapi Potensi Inflasi Juni 2026, Cabai dan Bawang Jadi Sorotan

Kota Kediri Siaga Hadapi Potensi Inflasi Juni 2026, Cabai dan Bawang Jadi Sorotan

Tayang:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Luthfi Husnika
PEDAGANG - Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Setono Betek Kota Kediri. Sejumlah bahan pokok diwaspadai mengalami kenaikan pada Juni 2026. 

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mulai mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada Juni 2026. Bawang merah, cabai rawit, sayuran, dan buah-buahan menjadi komoditas yang diprediksi berpotensi menyumbang inflasi dalam beberapa pekan ke depan.

Upaya antisipasi dilakukan setelah Kota Kediri mencatat inflasi bulanan sebesar 0,35 persen pada Mei 2026. Pemerintah menilai kondisi cuaca dan distribusi barang masih menjadi faktor yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Sekretaris TPID Kota Kediri Bambang Tri Lasmono mengatakan inflasi bulan lalu dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat selama momentum long weekend dan perayaan Hari Raya Idul Adha.

"Inflasi di bulan Mei salah satu pemicunya karena ada momentum long weekend serta Perayaan Hari Idul Adha sehingga kebutuhan untuk konsumsi makanan masyarakat melonjak," kata Bambang, Kamis (4/6/2026).

Baca juga: 4 Fakta Baru Kasus Pecah Kaca Mobil di Jawa Timur, Pelaku Kediri Diduga Beraksi di 13 Lokasi

Untuk menekan gejolak harga, Pemerintah Kota Kediri telah menggelar Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Kecamatan Mojoroto pada 25 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret menjaga stabilitas harga di pasaran.

Menurut Bambang, program tersebut difokuskan pada komoditas yang sempat mengalami lonjakan harga agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

"Langkah ini diambil oleh TPID Kota Kediri guna menstabilkan beberapa komoditas bahan pokok yang sempat ada lonjakan harga di pasaran sehingga tidak terjadi inflasi yang signifikan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono mengingatkan bahwa sejumlah faktor eksternal masih berpotensi memengaruhi harga barang pada Juni. Mulai dari distribusi pangan, penyesuaian tarif BBM non-subsidi hingga kenaikan biaya transportasi.

Ia menjelaskan tarif angkutan udara diperkirakan masih bertahan pada level tinggi akibat naiknya harga bahan bakar pesawat. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak lanjutan terhadap biaya distribusi dan sektor jasa.

"Beberapa hal yang perlu diwaspadai pada Bulan Juni 2026 antara lain ketersediaan stok dan distribusi komoditas pangan seperti beras, telur ayam ras, dan daging ayam ras akibat pengaruh cuaca serta peningkatan permintaan masyarakat," ungkap Emil.

Selain sektor pangan, BPS juga menyoroti kemungkinan kenaikan harga barang elektronik akibat kelangkaan global komponen RAM, SSD, serta meningkatnya biaya produksi perangkat teknologi di pasar internasional.

Baik BPS maupun TPID sepakat bahwa stabilitas harga dapat terjaga apabila pasokan tetap tersedia dan masyarakat berbelanja secara rasional. Karena itu, warga diimbau tidak melakukan panic buying dan tetap membeli kebutuhan sesuai keperluan sehari-hari.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved