Berita Terbaru Kabupaten Kediri
Kontes Ternak Sapi Kediri 2026 Kembali Digelar, Bangkit Usai Pandemi dan Wabah PMK
Pemerintah Kabupaten Kediri Siap Gelar Kontes Ternak Sapi 2026, Targetkan 130 Ekor dari 26 Kecamatan
Penulis: Isya Anshori | Editor: faridmukarrom
Ringkasan Berita:
- Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri kembali menggelar kontes ternak sapi 2026 setelah vakum sejak 2019 akibat pandemi dan PMK.
- Kegiatan akan berlangsung 5–6 Mei di Wates dengan target 130 sapi dari 26 kecamatan.
- Menurut Istar Abadi, kontes ini bertujuan mengapresiasi peternak sekaligus mendorong pengembangan usaha sapi potong. Selain lomba, ada bazar UMKM, edukasi konsumsi protein, dan pangan murah.
TRIBUNMATARAMAN.COM - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri (DKPP) kembali menggelar kontes ternak sapi pada 2026.
Agenda ini menjadi momentum kebangkitan setelah terakhir digelar pada 2019 sebelum terhenti akibat pandemi Covid-19 dan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Bidang Peternakan DKPP, Istar Abadi, menyebut kegiatan ini telah lama direncanakan dan diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat peternak lokal.
“Mulai Covid, setelah itu ada PMK. Jadi sejak 2019 terakhir, baru tahun ini insyaallah bisa terealisasi lagi,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Kontes akan digelar pada 5–6 Mei 2026 di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, dengan target sekitar 130 ekor sapi dari perwakilan 26 kecamatan di Kabupaten Kediri.
Peserta terbuka untuk seluruh peternak, baik skala kecil maupun besar. Namun, DKPP berharap ajang ini lebih banyak diikuti peternak rakyat sebagai bentuk apresiasi atas hasil budidaya mereka.
“Tidak dibatasi, tapi harapannya dari peternak rakyat yang kita ekspos,” jelas Istar.
Selain kontes, kegiatan ini juga diramaikan bazar dan pameran UMKM peternakan, sosialisasi gemar konsumsi protein hewani untuk pelajar, serta gerakan pangan murah (GPM).
Dalam pelaksanaannya, kontes dibagi menjadi dua kelompok utama, yakni sapi Peranakan Ongole (PO) dan sapi persilangan hasil inseminasi buatan seperti simmental, limousin, dan brahman cross.
Total terdapat 10 kelas yang dipertandingkan, terdiri dari lima kelas sapi PO, empat kelas sapi persilangan, dan satu kelas ekstrem yang hanya didasarkan pada berat badan.
Penilaian mencakup berbagai aspek seperti berat badan, tinggi, panjang tubuh, hingga penampilan fisik ternak.
Lebih jauh, Istar menegaskan kontes ini memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga sapi menjelang Idul Adha sekaligus mempromosikan potensi sapi lokal Kediri.
“Kita sengaja mengambil waktu sebelum kurban untuk mengekspos potensi sapi potong di Kediri, sekaligus menjaga stabilitas harga,” ungkapnya.
Antusiasme peternak terhadap kontes ini juga sangat tinggi. Bahkan sejak beberapa tahun terakhir, mereka terus menanyakan kapan ajang tersebut kembali digelar.
Belajar dari pelaksanaan 2019, jumlah peserta saat itu bahkan melampaui target. Dari target 125 ekor, peserta yang mendaftar mencapai hampir 145 dan akhirnya diakomodasi lebih dari 140 peserta.
(TribunMataraman.com)
| Disparbud Kabupaten Kediri Dorong Wisata Desa Berbasis Alam Terus Berkembang |
|
|---|
| Kejuaraan Pushbike Piala Bupati di SLG Kediri Jadi Ajang Pembinaan Atlet Sejak Dini |
|
|---|
| Jangkar Kelud Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Warga Lereng Gunung Diminta Tak Lengah Hadapi Kemarau |
|
|---|
| Perayaan Paskah 2026, Pemkab Kediri Perkuat Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama |
|
|---|
| Ratusan ASN Bersih-Bersih di Simpang Lima Gumul Kediri, Wujud Nyata Gerakan Lingkungan ASRI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Ajang-parade-cikar-di-area-SLG-Agustus-2025-lalu.jpg)