Jumat, 5 Juni 2026

Berita Terbaru KaotaKediri

Dari Kediri ke Panggung Dunia, Jesselyn Michelle Setiobudi Cetak Generasi Olimpiade

Jesselyn Michelle Setiobudi, remaja asal Kota Kediri Jawa Timur yang bersekolah di Singapura mendirikan lembaga pendidikan non-profit

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
BANGGA - Jesselyn Michelle Setiobudi, remaja asal Kota Kediri Jawa Timur saat menunjukkan medali di berbagai ajang olimpiade, Kamis (9/4/2026).  

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Di tengah kesibukannya sebagai pelajar SMA di Singapura, Jesselyn Michelle Setiobudi, remaja asal Kota Kediri Jawa Timur justru memilih mengambil peran lebih besar dengan mendirikan lembaga pendidikan non-profit bernama Future Minds IDN

Lembaga tersebut memberikan pelatihan gratis Olimpiade Matematika bagi anak-anak tingkat TK hingga SD, khususnya di wilayah Kediri, dengan tujuan membuka akses lebih luas terhadap kompetisi internasional.

Di usianya yang baru 15 tahun, Jesselyn telah membuktikan diri sebagai salah satu pelajar berprestasi di bidang matematika dengan torehan lebih dari 50 medali dari berbagai ajang nasional dan internasional. 

Salah satu capaian tertingginya adalah meraih medali emas dan peringkat pertama dunia dalam ajang International Junior Mathematics Olympiad 2025 di Shenzhen, China.

Ia juga sebelumnya meraih medali emas dalam ajang yang sama pada tahun 2024 di Turki, serta sejumlah kompetisi internasional lain di Asia dan Amerika.

"Suka matematika sejak kecil. Olimpiade bukan hanya soal menang atau kalah, tapi bagaimana kita belajar berpikir lebih kritis dan membuka peluang masa depan," kata Jesselyn saat ditemui di salah satu cafe di Kediri, Kamis (9/4/2026). 

Prestasi lainnya termasuk penghargaan Outstanding Cambridge Learners Award sebagai Top in the World untuk Mathematics IGCSE, yang semakin mengukuhkan kapasitas akademiknya di tingkat global.

Keberhasilannya di berbagai kompetisi tersebut juga membawanya meraih beasiswa berbasis prestasi untuk melanjutkan pendidikan di Singapura.

Perjalanan Jesselyn mengenal Olimpiade Matematika tidak dimulai sejak dini. Ia mengaku baru memahami potensi kompetisi tersebut saat berpindah sekolah ke Malang. 

Dari pengalaman itu, ia menyadari bahwa banyak siswa di daerah, termasuk Kediri, belum memiliki akses yang sama terhadap informasi dan pelatihan Olimpiade.

"Dulu saya juga tidak tahu tentang Olimpiade, jadi saya ingin anak-anak sekarang tidak mengalami hal yang sama seperti saya," ucapnya. 

Baca juga: Bupati Kediri Tinjau Museum Sri Aji Joyoboyo, Beri Catatan Layanan Edukasi Hingga Penataan Artefak 

Berangkat dari latar belakang tersebut, Jesselyn kemudian mendirikan Future Minds IDN sekitar satu tahun lalu sebagai bentuk kontribusinya kepada daerah asal. Lembaga ini dirancang sebagai wadah pembinaan matematika berbasis Olimpiade yang bisa diakses secara gratis oleh siswa.

Dalam kurun waktu tersebut, lembaga ini berkembang pesat dengan menjangkau sekitar 200 siswa dari 20 sekolah melalui program pelatihan intensif mingguan.

Selain itu, Future Minds IDN juga telah menggelar sedikitnya 8 workshop offline di berbagai sekolah di Kediri yang diikuti lebih dari 1000 siswa. 

Materi yang diajarkan dalam program ini tidak terbatas pada kurikulum sekolah, melainkan fokus pada soal-soal Olimpiade yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan logika tingkat tinggi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved