Senin, 8 Juni 2026

Idul Fitri 2026

Hilal Tak Terlihat di Kediri, Kemenag Tunggu Hasil Sidang Isbat Penentuan Idulfitri

Hasil rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Kabupaten Kediri belum membuahkan hasil

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Kemenag Kediri
PANTAU HILAL - Kemenag Kabupaten Kediri saat memantau Hilal di lantai 3 Menara Masjid MAN 3 Kediri, Kamis (19/3/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Hasil rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Kabupaten Kediri belum membuahkan hasil.
  • Pengamatan yang dilakukan pada Kamis (19/3/2026) sore di lantai 3 Menara Masjid MAN 3 Kediri terkendala kondisi cuaca yang mendung di bagian ufuk barat.
  • Tim rukyat yang terdiri dari berbagai unsur tidak berhasil melihat hilal karena tertutup awan tebal

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Hasil rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Kabupaten Kediri belum membuahkan hasil.

Pengamatan yang dilakukan pada Kamis (19/3/2026) sore di lantai 3 Menara Masjid MAN 3 Kediri terkendala kondisi cuaca yang mendung di bagian ufuk barat.

Tim rukyat yang terdiri dari berbagai unsur tidak berhasil melihat hilal karena tertutup awan tebal.

Kondisi tersebut membuat proses pengamatan tidak dapat berjalan optimal.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Faiz menyampaikan bahwa seluruh tim yang terlibat dalam pengamatan sepakat hilal tidak terlihat.

"Di MAN 3 Kediri ini kita sudah tahu bersama dan bersepakat bahwa tidak ada satu pun yang melihat hilal. Kita tadi sudah isbatkan bahwa tidak terlihat," kata Faiz.

Hasil rukyat tersebut kemudian langsung ditetapkan dalam sidang isbat tingkat daerah dan selanjutnya dilaporkan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut.

Menurut Faiz, posisi hilal saat dilakukan pengamatan di Kediri memang cukup rendah, sehingga menyulitkan proses visibilitas.

Baca juga: Cuaca Mendung, Hilal 1 Syawal 1447 H di Tuban Tidak Berhasil Diamati

Faiz menjelaskan, ketinggian hilal di wilayah Kediri hanya berada di kisaran 2 derajat, yang secara teknis masih sulit untuk diamati dengan mata maupun alat bantu.

"Jika di semua titik tidak terlihat maka disempurnakan 30 hari. Kalau terlihat maka Hari Raya tanggal 20," jelasnya.

Faiz menambahkan, hasil rukyat dari berbagai daerah di Indonesia nantinya akan menjadi dasar dalam sidang isbat nasional yang digelar pemerintah pusat.

Pantauan dari Kediri sendiri menjadi salah satu titik penting dalam penentuan awal bulan Syawal secara nasional.

Jika secara keseluruhan hilal tidak terlihat di seluruh wilayah Indonesia, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari.

Dengan demikian, Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 lusa mendatang. 

Namun demikian, kepastian penetapan 1 Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat nasional yang akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved