Selasa, 9 Juni 2026

Operasi Ketupat 2026

Korlantas Polri Tinjau Simpang Mengkreng Kediri, Dilintasi 34 Kereta Api Sehari Picu Kemacetan

Simpang Empat Mengkreng Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Jawa Timur kembali menjadi perhatian serius Korps Lalu Lintas Polri

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
PENINJAUAN - Tim Korlantas Polri saat meninjau Simpang Empat Mengkreng Kecamatan Purwoasri sebagai bagian dari persiapan pengamanan arus mudik dan balik Operasi Ketupat 2026 untuk, Kamis (5/2/2026). 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Simpang Empat Mengkreng Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Jawa Timur kembali menjadi perhatian serius Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Tim Korlantas Polri turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi lapangan sebagai bagian dari persiapan pengamanan arus mudik dan balik Operasi Ketupat 2026, Kamis (5/2/2026).

Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Prianto mengatakan hasil tinjauan menunjukkan Simpang Mengkreng merupakan salah satu titik rawan kemacetan paling krusial di Jawa Timur, terutama karena intensitas perlintasan kereta api yang sangat tinggi.

"Kita bisa melihat langsung di Simpang Empat Mengkreng ini, kendaraan semuanya mengantre. Setelah paparan dari Kasat Lantas Polres Kediri, kami lakukan evaluasi. Intinya, perlintasan ini terlalu sering dilintasi kereta api," katanya usai peninjauan.

Menurutnya, dalam satu hari terdapat sekitar 34 perjalanan kereta api yang melintas di perlintasan sebidang tersebut.

Kondisi itu menyebabkan palang pintu rel kerap tertutup dan memicu antrean kendaraan yang mengular panjang.

"Dalam satu hari bisa dilalui sekitar 34 perjalanan kereta api. Bisa dibayangkan betapa seringnya penutupan perlintasan. Karena itu kami dari Korlantas Polri bersama Jasa Raharja Pusat meninjau langsung lokasi ini," jelasnya.

Baca juga: Jaga Komunikasi Politik, Mas Dhito Terima Silaturahmi Ketua DPD Golkar Kabupaten Kediri

Priyanto menegaskan, persoalan kemacetan di Simpang Mengkreng bukanlah masalah baru, melainkan sudah berlangsung bertahun-tahun dan selalu menjadi keluhan masyarakat, khususnya saat momentum arus mudik dan balik Lebaran.

"Masalah ini sudah tahunan. Setiap tahun kita menghadapi persoalan yang sama. Ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja," tegasnya.

Priyanto mendorong adanya terobosan konkret melalui forum bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengelola jalan nasional, PT Kereta Api Indonesia (KAI), pemerintah daerah, hingga instansi terkait lainnya.

"Kami berharap ada forum diskusi bersama, kemudian dari situ diambil kesimpulan dan keputusan langkah apa yang harus dilakukan agar ke depan perlintasan ini tidak terus menjadi sumber kemacetan," ungkapnya.

Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol Priyanto menilai penanganan Simpang Mengkreng menjadi sangat penting demi menjamin kelancaran dan keselamatan pemudik.

"Sebentar lagi kita akan melaksanakan pengamanan Lebaran 2026. Oleh karena itu, solusi bersama harus segera dirumuskan," ucapnya.

Priyanto juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengamanan Lebaran 2025 yang lalu patut dijadikan motivasi untuk kembali memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Pengamanan Lebaran 2025 berjalan sukses dan kita mendapatkan apresiasi dari Presiden Republik Indonesia serta kementerian dan lembaga terkait. Kesuksesan itu kita harapkan bisa terulang kembali pada Lebaran 2026," imbuhnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved