Senin, 8 Juni 2026

Berita Terbaru Kota Kediri

Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumber, Zero Waste Academy Perkuat Perlindungan Sungai Brantas

Upaya perlindungan Sungai Brantas terus diperkuat melalui pendekatan pengelolaan sampah berbasis pencegahan

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
Istimewa/Humas PJT I
 ZERO WASTE - Acara pelaksanaan Zero Waste Academy (ZWA) yang digelar oleh Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) di Kota Kediri, Rabu (4/2/2026). 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Upaya perlindungan Sungai Brantas terus diperkuat melalui pendekatan pengelolaan sampah berbasis pencegahan.

Perum Jasa Tirta I (PJT I) menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Zero Waste Academy (ZWA) yang digelar oleh Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) di Kota Kediri.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar strategis untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, terutama di tingkat rumah tangga dan komunitas.

Melalui pendekatan zero waste, diharapkan beban pencemaran Sungai Brantas dapat ditekan sejak dari daratan sebelum sampah masuk ke badan sungai.

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat menyampaikan bahwa keterlibatan PJT I dalam Zero Waste Academy merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan kualitas sumber daya air di wilayah Sungai Brantas.

"Perlindungan sungai tidak dapat hanya mengandalkan upaya di badan air, tetapi harus dimulai dari pengelolaan sampah di sumbernya," kata Fahmi, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat dan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menekan timbulan sampah yang berpotensi mencemari sungai.

 Dengan pengelolaan yang lebih bertanggung jawab, beban pencemaran dapat dikurangi secara signifikan.

"Muaranya yang diharapkan bersama adalah beban pencemaran ke sungai berupa sampah dapat ditekan secara signifikan," tegasnya.

Dukungan PJT I dalam Zero Waste Academy juga ditunjukkan melalui kehadiran generasi muda PJT I, Aulia Agusta Alamsjah, yang menjadi salah satu narasumber dalam rangkaian workshop yang berlangsung selama empat hari tersebut.

Dalam sesi tersebut, Aulia memaparkan pengalaman lapangan PJT I dalam menangani sampah yang sudah terlanjur masuk ke badan sungai.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan trash barrier di sejumlah titik strategis guna mencegah sampah masuk ke infrastruktur penting pengelolaan sumber daya air.

Aulia juga menjelaskan bahwa selama ini PJT I secara rutin melakukan pengumpulan sampah di sungai, kemudian mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Di Waduk Sengguruh, Kabupaten Malang, volume sampah yang harus ditangani bahkan mencapai sekitar 35.000 meter kubik setiap tahunnya.

Baca juga: PJT I dan JKPKA Gandeng 27 Sekolah, Belajar Pemantauan Kualitas Air Sungai di Tulungagung

Selain itu, disampaikan pula bahwa sekitar 57,1 persen limbah padat di wilayah Sungai Brantas berasal dari aktivitas rumah tangga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved