Berita Terbaru Kota Kediri
Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumber, Zero Waste Academy Perkuat Perlindungan Sungai Brantas
Upaya perlindungan Sungai Brantas terus diperkuat melalui pendekatan pengelolaan sampah berbasis pencegahan
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
Ringkasan Berita:
- Upaya perlindungan Sungai Brantas terus diperkuat melalui pendekatan pengelolaan sampah berbasis pencegahan.
- Perum Jasa Tirta I (PJT I) menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Zero Waste Academy (ZWA) yang digelar oleh Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) di Kota Kediri.
- Kegiatan ini menjadi ruang belajar strategis untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, terutama di tingkat rumah tangga dan komunitas
TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Upaya perlindungan Sungai Brantas terus diperkuat melalui pendekatan pengelolaan sampah berbasis pencegahan.
Perum Jasa Tirta I (PJT I) menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Zero Waste Academy (ZWA) yang digelar oleh Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) di Kota Kediri.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar strategis untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, terutama di tingkat rumah tangga dan komunitas.
Melalui pendekatan zero waste, diharapkan beban pencemaran Sungai Brantas dapat ditekan sejak dari daratan sebelum sampah masuk ke badan sungai.
Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat menyampaikan bahwa keterlibatan PJT I dalam Zero Waste Academy merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan kualitas sumber daya air di wilayah Sungai Brantas.
"Perlindungan sungai tidak dapat hanya mengandalkan upaya di badan air, tetapi harus dimulai dari pengelolaan sampah di sumbernya," kata Fahmi, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat dan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menekan timbulan sampah yang berpotensi mencemari sungai.
Dengan pengelolaan yang lebih bertanggung jawab, beban pencemaran dapat dikurangi secara signifikan.
"Muaranya yang diharapkan bersama adalah beban pencemaran ke sungai berupa sampah dapat ditekan secara signifikan," tegasnya.
Dukungan PJT I dalam Zero Waste Academy juga ditunjukkan melalui kehadiran generasi muda PJT I, Aulia Agusta Alamsjah, yang menjadi salah satu narasumber dalam rangkaian workshop yang berlangsung selama empat hari tersebut.
Dalam sesi tersebut, Aulia memaparkan pengalaman lapangan PJT I dalam menangani sampah yang sudah terlanjur masuk ke badan sungai.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan trash barrier di sejumlah titik strategis guna mencegah sampah masuk ke infrastruktur penting pengelolaan sumber daya air.
Aulia juga menjelaskan bahwa selama ini PJT I secara rutin melakukan pengumpulan sampah di sungai, kemudian mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Di Waduk Sengguruh, Kabupaten Malang, volume sampah yang harus ditangani bahkan mencapai sekitar 35.000 meter kubik setiap tahunnya.
Baca juga: PJT I dan JKPKA Gandeng 27 Sekolah, Belajar Pemantauan Kualitas Air Sungai di Tulungagung
Selain itu, disampaikan pula bahwa sekitar 57,1 persen limbah padat di wilayah Sungai Brantas berasal dari aktivitas rumah tangga.
Zero Waste Academy
Berita Terbaru kota Kediri
Ecological Observation and Wetlands Conservation (
Perum Jasa Tirta I
Ecoton
PJT I
perlindungan Sungai Brantas
Pengelolaan sampah
Sungai Brantas
Kota Kediri
TribunMataraman.com
| Gerindra Kota Kediri Dukung Keputusan Presiden Prabowo Ganti Pimpinan BGN |
|
|---|
| Warga Kota Kediri Didorong Jadi Penggerak Perubahan di Lingkungannya Lewat Program MERATA |
|
|---|
| Peringati Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Kediri Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa |
|
|---|
| Di Tengah Tantangan Fiskal, Kota Kediri Kembali Raih Opini WTP 12 Tahun Berturut-turut |
|
|---|
| Penutupan Jembatan Kaliombo Kediri Picu Kepadatan, Warga Harap Pekerjaan Rampung Lebih Cepat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Zero-waste-academy-oleh-PJT-I-dan-ECOTON.jpg)