Selasa, 2 Juni 2026

Liga 1

Polisi Amankan Puluhan Suporter Aremania di Perbatasan Kediri - Malang, Diduga akan Bentrok

Diduga akan Bentrok, Polisi Amankan Puluhan Suporter Aremania di Perbatasan Kediri-Malang

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Dok Humas Polres Kediri
PEMBINAAN - Polres Kediri melakukan tindakan pengamanan terhadap suporter Arema di perbatasan Kediri-Malang, Sabtu (10/1/2026). 
Ringkasan Berita:- Bentrokan antarsuporter terindikasi terjsdi di wilayah perbatasan Kabupaten Kediri dan Malang.
- Suporter yang diduga akan bentrok dari Aremania dan Persikmania.
- Polres Kediri telah mengamankan 25 orang diduga suporter Persikmania maupun Aremania.

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Upaya bentrokan antarsuporter sepak bola di wilayah perbatasan Kabupaten Kediri dan Malang berhasil digagalkan oleh jajaran Polres Kediri. Sebanyak 25 orang diduga suporter Aremania dan terindikasi akan terlibat perseteruan dengan Persikmania diamankan saat bergerak menuju wilayah perbatasan, Minggu (11/1/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB menjelang laga derbi Jatim antara Persik Kediri melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang hari ini pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, sekitar 25 orang suporter Aremania terindikasi berangkat setelah adanya ajakan di media sosial untuk melakukan konvoi dan perseteruan dengan kelompok suporter Persik Kediri.

Tim Polres Kediri sesuai arahan dari Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji bergerak cepat melakukan penyekatan di jalur-jalur rawan, termasuk gang tembusan menuju perbatasan Kabupaten Kediri dan Malang. Dari operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan 21 unit sepeda motor.

Baca juga: LINK Live Streaming Arema FC vs Persik Kediri Derbi Jatim Super League Indonesia Kick Off 15.30 WIB

Dalam pemeriksaan kendaraan, petugas menemukan sejumlah barang yang berpotensi membahayakan. Diantaranya ada beberapa jok sepeda motor ditemukan botol minuman keras serta batu berukuran kecil hingga sedang yang diduga akan digunakan untuk aksi kekerasan.

"Beberapa bongkahan batu dan botol miras kami temukan di dalam jog motor," kata Wakapolres Kediri Kompol Hary kepada Tribunmataraman.com, Minggu (11/1/2026).

Para suporter kemudian dibawa ke Mapolres Kediri untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Dalam kesempatan itu, para suporter diberikan wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta pemahaman agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan di media sosial.

"Mereka kami beri pemahaman bahwa mencintai suatu klub tidak berarti menganggap kesebelasan lain sebagai musuh. Semua suporter adalah saudara sesama pecinta sepak bola, baik di Jawa Timur maupun di Indonesia," jelasnya.

Kompol Hary menegaskan bahwa langkah yang diambil kepolisian bukanlah bentuk penindakan hukum semata. Melainkan sebagai upaya penyelamatan untuk mencegah terjadinya bentrokan yang bisa berujung korban jiwa maupun kerusakan.

"Kami tidak melakukan penangkapan, tapi lebih pada menyelamatkan. Kalau sampai kedua kelompok suporter bertemu, kita tidak tahu apa yang akan terjadi," ucapnya.

Setelah proses pembinaan selesai, para suporter Aremania kemudian diserahkan kepada Ketua Koordinator Lapangan Aremania Malang Raya, Ipung Suntul. Penyerahan dilakukan di kawasan Patung Arema wilayah Kasembon dengan disaksikan sejumlah pejabat keamanan, antara lain Kapolsek Kandangan, Danramil Kandangan, Kapolsek Kasembon, serta Kasiwas Polres Batu selaku Padal pengamanan perbatasan wilayah hukum Polres Batu dan Polres Kediri.

Dengan langkah cepat ini, Polres Kediri memastikan situasi di perbatasan Kediri-Malang tetap kondusif dan potensi bentrokan antarsuporter dapat dicegah sejak dini. 

"Kami juga mengimbau seluruh kelompok suporter agar tetap menjaga sportivitas dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar di media sosial," ungkapnya. 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved