Jumat, 1 Mei 2026

Berita Terbaru Kota Kediri

Kisah Babinsa Kota Kediri Menekuni Ternak Burung Kenari hingga Raup Untung

Seorang Babinsa di Kota Kediri memiliki sampingan lain yakni beternak burung Kenari Merah Lokal di sela tugasnya

Tayang:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Luthfi Husnika
KENARI MERLOK - Sertu Supriadi (45) seorang anggota TNI yang juga beternak burung Kenari Merah Lokal (Merlok) saat berada di rumahnya kawasan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (6/1/2026). Saat ini ia memiliki puluhan ekor burung Kenari Merlok. 

Ringkasan Berita:
  • Di sela kesibukannya sebagai prajurit TNI, Sertu Supriadi (45) memiliki rutinitas lain yang tak kalah disiplin.
  • Setiap pagi dan sore, ia menyempatkan diri merawat puluhan ekor burung Kenari Merah Lokal atau yang akrab disebut Kenari Merlok di rumahnya, kawasan Doko, Kabupaten Kediri.
  • Pria yang bertugas sebagai Babinsa Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri itu tampak telaten saat memberi makan burung-burung kesayangannya

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Di sela kesibukannya sebagai prajurit TNI AD, Sertu Supriadi (45) memiliki rutinitas lain yang tak kalah disiplin.

Setiap pagi dan sore, ia menyempatkan diri merawat puluhan ekor burung Kenari Merah Lokal atau yang akrab disebut Kenari Merlok di rumahnya, kawasan Doko, Kabupaten Kediri.

Pria yang bertugas sebagai Babinsa Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri itu tampak telaten saat memberi makan burung-burung kesayangannya. 

Dengan campuran sawi segar dan telur puyuh, Supriadi memastikan asupan gizi kenari-kenarinya terpenuhi.

Beberapa anakan kenari terlihat mendapat porsi khusus berupa telur puyuh rebus.

"Untuk anakan memang perlu perhatian ekstra, terutama makanannya. Biasanya saya beri telur puyuh supaya cepat tumbuh dan warnanya keluar," kata Supriadi saat ditemui di sela aktivitasnya, Selasa (6/1/2026).

Ketertarikan Supriadi terhadap Kenari Merlok sudah dimulai sejak 2009 silam. Saat itu, ia masih berada di Malang dan tinggal di asrama TNI.

Dari sekadar memelihara beberapa ekor, hobi tersebut perlahan berkembang menjadi keahlian.

Pengalaman selama sebelas tahun di Malang menjadi bekal berharga ketika Supriadi pindah tugas ke Kediri pada 2020.

Tanpa ragu, ia kembali menekuni ternak Kenari Merlok, meski kini tanggung jawab kedinasannya semakin besar.

"Awalnya ini murni hobi. Saya suka sekali melihat warna kenari merlok ini, kelihatan beda dan lebih indah," paparnya.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Kediri Meningkat, SLG Jadi Titik Tujuan Favorit Sepanjang 2025

Dari hobi itulah, perlahan peluang datang. Jumlah ternak yang semakin banyak membuat beberapa rekan dan tetangga tertarik untuk memiliki Kenari Merlok miliknya. Tawaran demi tawaran pun berdatangan.

Saat itu, Supriadi belum berpikir soal keuntungan. Ia hanya mematok harga seadanya, sekadar mengganti biaya pakan dan perawatan burung.

Namun seiring waktu, permintaan terus meningkat dan jumlah ternaknya bertambah signifikan.

"Yang penting dulu bisa buat ganti ongkos makan burung. Lama-lama kok makin banyak yang pesan," tuturnya sambil tersenyum.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved