Jumat, 17 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Hari Terakhir Pengumpulan Donasi, Bantuan Warga Kediri Segera Dikirim ke Sumatera

Hari ini menjadi batas terakhir pengumpulan donasi kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di Pulau Sumatera dihimpun BPBD Kediri

Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
BANTUAN - Suasana penyerahan bantuan di Kantor BPBD Kabupaten Kediri, Selasa (2/12/2025). Bantuan itu untuk bencana alam Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Hari ini menjadi batas terakhir pengumpulan donasi kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di wilayah Sumatra dan Aceh.

Bantuan yang dihimpun BPBD Kabupaten Kediri sejak Minggu (30/11) lalu itu rencananya akan langsung dikirimkan paling lambat besok melalui BPBD Provinsi Jawa Timur.

Hingga hari kedua ini, terlihat dari beberapa instansi mulai pemerintahan desa, Kecamatan hingga sekolah berdatangan ke Kantor BPBD untuk menyerahkan bantuan. 

Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, pengumpulan donasi dilakukan sebagai tindak lanjut atas imbauan BPBD Provinsi terkait bantuan logistik untuk warga yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra.

Pihaknya telah mengantongi izin dari Bupati Kediri untuk mengoordinir gerakan kemanusiaan tersebut.

"Kegiatan ini sudah berjalan sejak hari Minggu dan hari ini adalah hari terakhir karena kami harus menyalurkan bantuan itu lewat BPBD Provinsi untuk dibawa ke Sumatera," jelas Djoko saat ditemui Selasa (2/12/2025).

Untuk kebutuhan prioritas, lanjutnya telah ditentukan oleh BPBD Provinsi. Barang-barang yang paling dibutuhkan meliputi obat-obatan, makanan instan, pampers dan pembalut, terpal, kantong jenazah, serta minyak kayu putih.

Baca juga: Inflasi Kota Kediri November 2025 Turun, Fluktuasi Harga Pangan hingga BBM Jadi Pemicunya

Dari pengumpulan selama tiga hari, total bantuan yang masuk mencapai sekitar dua truk berukuran tiga perempat ditambah satu truk lainnya yang belum diambil dari titik pengumpulan di Kecamatan Gurah.

"Warga dan OPD banyak juga yang mengirimkan makanan instan. Kira-kira kalau volumenya sampai hari ini dua truk, belum termasuk yang satu truk di Gurah," imbuhnya.

Djoko menegaskan bahwa bantuan yang diterima hanya berupa barang sesuai arahan BPBD Provinsi. Bantuan uang tunai tidak dibuka dalam penggalangan kali ini.

Selain dari masyarakat umum, dukungan juga datang dari sekolah-sekolah. Salah satunya SMPN 1 Gampengrejo yang pagi tadi menyerahkan sejumlah bantuan hasil donasi guru, karyawan, dan siswa. Bantuan tersebut terdiri dari obat-obatan, pampers anak dan dewasa, mie instan, kopi, teh, minyak kayu putih, roti, dan wafer.

Salah satu guru SMPN 1 Gampengrejo Agung Purwoedi mengatakan bahwa pengumpulan dilakukan secara cepat setelah menerima edaran semalam.

"Ini donasi dari anak-anak dan juga dari bapak ibu guru karyawan. Semoga bantuan yang kami sampaikan ini bisa meringankan beban saudara kita yang ada di sana," ucapnya.

Agung juga berharap momentum ini dapat menjadi pembelajaran bagi siswa agar lebih peduli dan memiliki empati terhadap sesama.

Menurutnya, bencana harus diambil hikmahnya dan menjadi pengingat untuk menjaga alam serta memperkuat solidaritas.

"Kepedulian kita bersama adalah kekuatan terbesar. Semoga bantuan yang kita kirimkan bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra," tutupnya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved