Minggu, 26 April 2026

Berita Terbaru Kota Kediri

Kemenag Kota Kediri Himpun 170 Operator MDT dalam Pembinaan Administrasi dan EMIS

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Ponpes Wali Barokah Kediri
EMIS - Kemenag Kota Kediri penyelenggaraan Pembinaan Administrasi dan Pelatihan Education Management Information System (EMIS) bagi operator Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Kegiatan ini digelar di Gedung DMC Pondok Pesantren Wali Barokah pada Selasa (25/11/2025), diikuti oleh 170 lembaga MDT se-Kota Kediri 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan.

Di antaranya melalui penyelenggaraan Pembinaan Administrasi dan Pelatihan Education Management Information System (EMIS) bagi operator Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). 

Kegiatan ini digelar di Gedung DMC Pondok Pesantren Wali Barokah pada Selasa (25/11/2025), diikuti oleh 170 lembaga MDT se-Kota Kediri.

Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri, A Zamroni, menekankan bahwa akurasi data menjadi fondasi penting dalam pengelolaan pendidikan diniyah.

Ia menyebut validasi data EMIS bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan penentu keberlangsungan bantuan bagi lembaga dan pendidik.

"Jumlah siswa dan guru menentukan besaran bantuan yang diberikan. Karena anggaran ini dari daerah, maka pertanggungjawabannya harus jelas dan datanya harus valid melalui EMIS," tegasnya.

Zamroni menjelaskan, MDT memegang peran strategis sebagai lembaga nonformal yang mengisi kekurangan pembelajaran agama di sekolah formal.

Karena itu, ia berharap ke depan MDT juga memperoleh penguatan dari Pemerintah Pusat, terutama terkait anggaran operasional per siswa.

"Lembaga diniyah adalah pilar penting pendidikan karakter. Dukungan negara semestinya makin kuat," jelasnya.

Baca juga: Warga Desa Wagir Kidul Ponorogo Tak Lagi Memutar 5 Km, Material Longsor Sudah Dievakuasi

Dalam pelatihan tersebut, Zamroni turut menyoroti tantangan klasik yang kerap muncul, yakni pergantian operator di pesantren yang menyebabkan pembaruan data tidak konsisten. Ia menilai kondisi itu perlu diatasi secara sistematis.

"Pelatihan ini bertujuan mengatasi kendala tersebut, termasuk memfasilitasi pendaftaran ulang bagi madrasah yang sempat ‘mati suri’ agar dapat kembali aktif," kata Zamroni.

Lebih jauh, ia menyebut kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah strategis menyambut kebijakan nasional pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren (Ditjen Pesantren).

"Ini momentum memperkuat tata kelola lembaga pendidikan agama di Kota Kediri, sekaligus menyesuaikan arah kebijakan nasional," imbuh Zamroni.

Sekretaris Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Kediri, Fakhrur Rozi, memberikan apresiasi atas pelatihan ini.

Menurutnya, penguatan kompetensi operator adalah investasi jangka panjang bagi dunia pendidikan diniyah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved