Kamis, 7 Mei 2026

Makan Bergizi Gratis Kediri

Jaga Kepercayaan Publik, Pemkot Kediri Perketat Standar Kebersihan Dapur MBG

Pemerintah Kota Kediri terus memperketat pengawasan terhadap dapur penyedia makanan bergizi di seluruh wilayahnya

Tayang:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Pemkot Kediri
PENINJAUAN DAPUR SPPG - Tim Gabungan dari Dinas Kesehatan, BPOM, Labkesda, dan Puskesmas turun langsung meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 21 titik selama lima hari, Senin-Jumat (13-17/10/2025). Peninjauan ini untuk memastikan keamanan pangan dan higienitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri terus memperketat pengawasan terhadap dapur penyedia makanan bergizi di seluruh wilayahnya. 

Sejak Senin (13/10/2025), Tim Gabungan dari Dinas Kesehatan, BPOM, Labkesda, dan Puskesmas turun langsung meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 21 titik untuk memastikan keamanan pangan dan higienitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengawasan lapangan yang berlangsung hingga Jumat (17/10/2025) ini menjadi langkah nyata Pemkot Kediri dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas makanan yang disalurkan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Tim gabungan menilai kebersihan, sanitasi, hingga pengelolaan limbah di setiap SPPG agar sesuai dengan standar kesehatan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SPPG Ngampel. Di sana, petugas memeriksa kondisi dapur, tempat penyimpanan bahan makanan, serta ketersediaan sarana air bersih.

Tak hanya itu, seluruh proses pengolahan makanan juga dievaluasi mulai dari tahap penerimaan bahan baku hingga penyajian akhir.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Fahmi Adi Priyantoro, menjelaskan bahwa kegiatan inspeksi ini merupakan bagian dari proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa dapur pengolahan telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

"SLHS hanya bisa diterbitkan jika hasil pemeriksaan menunjukkan skor minimal 80 dan didukung hasil uji laboratorium yang memenuhi syarat," katanya, 
Jumat (17/10/2025).

Baca juga: Lewat Rembug Kamtibmas, Warga di Kediri Curhat Soal Keamanan Lingkungan

Fahmi menambahkan, target Pemkot Kediri adalah seluruh SPPG sudah mengantongi SLHS paling lambat pada 30 Oktober 2025. Ia menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan meskipun sertifikat telah diterbitkan.

"Kami tidak ingin setelah sertifikat keluar justru ada kelalaian. Karena ini menyangkut kesehatan ribuan anak sekolah," tegasnya.

Menurut Fahmi, kegiatan ini bukan semata-mata bentuk penertiban, tetapi juga bagian dari pembinaan.

"Kami memberikan rekomendasi perbaikan kepada SPPG yang masih belum memenuhi standar, agar mereka bisa berbenah dan semakin baik," terangnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Ngampel, Vena Patricia, menyambut positif langkah yang diambil tim gabungan.

Ia menilai pengawasan ini membantu pihaknya untuk terus memperbaiki kualitas layanan, terutama karena SPPG Ngampel tergolong baru beroperasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved