Kamis, 16 April 2026

Berita Terbaru Kota Blitar

Hadapi Kemarau Panjang, DKPP Kota Blitar Siapkan Embung untuk Kebutuhan Pertanian

Hadapi Kemarau Panjang, DKPP Kota Blitar Siapkan Embung untuk Kebutuhan Pertanian

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
EMBUNG JATIMALANG - Kondisi Embung Jatimalang, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (15/4/2026). DKPP akan memaksimalkan fungsi embung untuk pertanian saat terjadi kemarau panjang. 

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menyiapkan embung untuk menghadapi kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada 2026 ini. 

DKPP akan memaksimalkan fungsi embung untuk kebutuhan pertanian di Kota Blitar saat terjadi kemarau panjang yang diprediksi mulai akhir April-Oktober 2026.

Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh mengatakan, sudah menerima surat edaran (SE) Gubernur terkait adanya kemarau panjang pada tahun ini. 

Dalam SE itu, daerah diminta menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi kemarau panjang. 

Baca juga: Ajak Gerakan Makan Telur, PDHI Blitar Raya Jalin Sinergi dengan Peternak Unggas

Baca juga: Ponpes Lirboyo Kediri Didatangi OJK, Perkuat Ekosistem Pesantren Melalui FEBIS dan SAKINAH

"Kami juga dikumpulkan oleh Gubernur bersama sejumlah instansi terkait bagaimana mengantisipasi menghadapi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi dalam enam bulan ke depan," kata Dewi, Rabu (15/4/2026). 

Dikatakannya, sesuai arahan Gubernur, ada antisipasi jangka pendek dan jangka panjang saat menghadapi musim kemarau panjang. 

Antisipasi jangka pendek, daerah harus siap dengan embung atau tempat penampungan air saat terjadi kemarau panjang. 

Fungsi Embung Dimaksimalkan

Fungsi embung di masing-masing daerah harus dimaksimalkan terutama untuk kebutuhan pengairan pertanian. 

Menurut Dewi, Kota Blitar memiliki dua embung, yaitu, di Lingkungan Jatimalang, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul dan di Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan.

"Kami harus siap dengan embung-embung saat terjadi kemarau panjang. Keberadaan embung ini membantu para petani saat terjadi kemarau," ujarnya. 

Dewi menjelaskan, saat ini, luas lahan baku pertanian di Kota Blitar sekitar 973 hektare. 

Lahan pertanian di Kota Blitar mayoritas ditanami komoditas padi dan jagung. 

Dari luas lahan itu, hasil produksi padi di Kota Blitar pada 2025 mencapai 8.245 ton gabah kering geling. 

"Kami juga minta para petani dan masyarakat untuk siap-siap menghadapi musim kemarau panjang ini," katanya.

(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved