Minggu, 12 April 2026

Ledakan Petasan di Musala Blitar

UPDATE Ledakan di Musala Blitar, Remaja Rakit Petasan di Dalam Ruangan dan Begini Kondisinya

Dua remaja yang terluka akibat petasan meledak di Blitar, ditengarai sedang merakit petasan di dalam salah satu ruangan di musala

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
LEDAKAN PETASAN: Kondisi Musala yang diduga digunakan kedua korban untuk membuat petasan di Dusun Tapan, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Selasa (17/3/2026). 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Dua pelajar mengalami luka bakar setelah terkena ledakan petasan di Musala Arruba Dusun Tapan, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. 

Korban, yaitu, MZF (16) dan MAP (19) keduanya masih pelajar asal Dusun Jemean, Desa Selorejo, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. 

"Ada dua korban yang sekarang dirawat di Rumah Sakit karena mengalami luka bakar diduga terkena ledakan petasan dini hari tadi," kata Kapolsek Udanawu Polres Blitar Kota, AKP Achmad Rochan.

Korban MZF mengalami luka bakar sekitar 35 persen di bagian kedua kaki, tangan, dan sebagian wajah.

Sedang korban MAP mengalami luka bakar sekitar 42 persen di bagian dada, kaki, tangan, dan wajah.

"Kasusnya masih dalam penyelidikan. Kami sudah melakukannya oalah TKP di lokasi. Lokasinya perbatasan dengan Kediri, hanya dipisahkan jalan," ujarnya. 

Baca juga: BREAKING NEWS Petasan Meledak di Musala Udanawu Blitar, Lukai Dua Remaja

Dikatakannya, polisi menerima laporan soal ledakan diduga petasan di Musala Arruba Dusun Tapan, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. 

Polisi segera mendatangi lokasi. Saat tiba di lokasi, di ruang belakang musala sudah dibersihkan. 

Tapi, polisi menemukan sisa-sisa ledakan di belakang halaman musala. 

Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, empat buah selongsong petasan dengan ukuran diameter sekitar 4 cm dan sebuah selongsong petasan ukuran diameter sekitar 8 cm. 

Polisi juga menemukan satu buah obeng yang diduga untuk memadatkan petasan dan beberapa gulungan kertas.

Dua korban yang terkena ledakan diduga sedang membuat petasan di ruang belakang musala. 

"Kami masih mendalami, kedua korban ini hanya memembuat petasan atau juga pelaku jual beli obat petasan," katanya.

Ledakan Terdengar Keras

Warga di sekitar lokasi mendengar ledakan keras sebanyak empat kali dini hari itu, saat peristiwa terjadi.

"Suara ledakannya keras, sebanyak empat kali. Kaca jendela rumah saya sampai getar," kata Ladi (60), warga Desa Selorejo, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved