Senin, 8 Juni 2026

Berita Terbaru Kota Blitar

Produsen Roti Mawar Jadul di Kota Blitar, Selalu Ramai Pesanan saat Momen Lebaran

Produsen roti kering mawar jadul atau kue semprit selalu ramai pesanan saat menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
ROTI MAWAR JADUL: Susilorini (57), menunjukkan produk roti kering mawar jadul di rumahnya, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Selasa (3/3/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Produsen roti kering mawar jadul atau kue semprit selalu ramai pesanan saat menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri
  • Seperti dialami Susilorini (57), produsen roti kering mawar jadul di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, ini. 
  • Tiap momen menjelang Lebaran, ibu tiga anak ini selalu ramai mendapat orderan roti kering mawar jadul

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Produsen roti kering mawar jadul atau kue semprit selalu ramai pesanan saat menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri

Seperti dialami Susilorini (57), produsen roti kering mawar jadul di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, ini. 

Tiap momen menjelang Lebaran, ibu tiga anak ini selalu ramai mendapat orderan roti kering mawar jadul. 

"Roti kering mawar jadul selalu ramai peminatnya saat momen Lebaran. Tiap tahun, saya selalu produksi roti kering mawar jadul," kata Rini, panggilan Susilorini, Selasa (3/3/2026). 

Rini memproduksi beberapa varian roti kering mawar jadul, mulai rasa original, cokelat, dan roti mawar jadul warna-warni. 

Roti kering mawar jadul warna-warni ini dibuat untuk menarik konsumen dari kalangan anak milenial maupun anak zaman sekarang. 

"Karena ini kue kering jadul, makanya untuk menarik anak zaman sekarang, saya juga memproduksi yang warna-warni," ujarnya. 

Rini mengatakan, pesanan roti kering mawar jadul pada Lebaran tahun ini masih lumayan ramai, meski tak seramai Lebaran tahun lalu. 

Lebaran tahun ini, ia lebih banyak melayani pesanan dari pelanggan lama di lokal Blitar. 

Ia tidak melayani pesanan dari luar kota karena keterbatasan tenaga. 

"Pesanan luar kota hanya dari Tulungagung yang masih kami layani. Terus terang tenaganya kurang," katanya. 

Untuk produksi, Rini dibantu oleh sekitar lima pekerja. Di momen menjelang Lebaran, para pekerja memproduksi roti mawar setiap hari. 

Baca juga: Rayakan Cap Go Meh 2026, Klenteng Poo An Kiong Gelar Kirab Barongsai Keliling Kota Blitar

Di minggu kedua Ramadan ini, Rini sudah memproduksi sekitar 2 kuintal sampai 3 kuintal roti kering mawar jadul. 

Ia mulai memproduksi roti kering mawar sejak sebelum Ramadan. 

Sebagian produk sudah dikirim ke para pelanggan di awal Ramadan.

Rini menjual roti kering mawar jadul mulai harga Rp 50.000  sampai Rp 70.000 per kemasan 500 gram. 

"Pelanggannya paling banyak dari toko pusat oleh-oleh. Sejak awal Ramadan, sebagian produk sudah kami kirim ke pelanggan," ujarnya.

(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved