Pekerja Migran Kabupaten Blitar
Wow Lebih 2.000 Warga Kabupaten Blitar Jadi Pekerja Migran, Terbanyak Kedua di Jatim
Jumlah pekerja migran di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, diperkirakan meningkat pada 2025 ini, terdata sudah lebih 2.000 orang
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sri Wahyuni
TRIBUNMATARAMAN.COM I BLITAR - Jumlah pekerja migran Indonesia di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, diperkirakan meningkat pada 2025 ini.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar mencatat periode Januari-Agustus 2025 ini sudah ada 2.447 warga Kabupaten Blitar yang berangkat bekerja ke luar negeri.
"Perkiraan jumlah pekerja migran di Kabupaten Blitar tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Periode Januari-Agusutus 2025 ini sudah ada 2.447 pekerja migran di Kabupaten Blitar," kata Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto, Rabu (10/9/2025).
Ivong mengatakan, sepanjang 2024, jumlah pekerja migran di Kabupaten Blitar sebanyak 3.727 orang.
Pekerja migran di Kabupaten Blitar didominasi perempuan.
Dari total 2.447 pekerja migran di Kabupaten Blitar pada Januari-Agustus 2025 ini, rinciannya laki-laki ada 570 orang dan perempuan 1.907 orang.
Untuk lima besar negara tujuan yang paling diminati pekerja migran dari Kabupaten Blitar, yaitu, Hong Kong ada 1.126 orang, Taiwan 1.116 orang, Malaysia 63 orang, Singapura 68 orang, dan Brunei Darussalam 36 orang.
"Para pekerja migran ini paling banyak bekerja di sektor informal seperti asisten rumah tangga," ujarnya.
Baca juga: DKPP Kota Kediri Pantau Harga Pangan di Pasar Setono Betek, Pastikan Stok Aman
Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Blitar, Yopie Kharisma Sanusi menambahkan, Kabupaten Blitar menjadi daerah terbanyak kedua di Jawa Timur, setelah Kabupaten Ponorogo, terkait penyaluran pekerja migran.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang mendorong warga Kabupaten Blitar menjadi pekerja migran di luar negeri, antara lain soal ekonomi dan berkurangnya lapangan pekerjaan.
"Pertama faktor ekonomi, lalu lowongan pekerjaan berkurang dan banyak PHK. Selain itu, rata-rata para pekerja migran ingin mengubah nasib, karena gaji di luar negeri kalau dikurskan ke rupiah lebih tinggi," katanya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Layanan-di-kantor-disnaker-Kabupaten-Blitar.jpg)