Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Dinkes Kabupaten Kediri Dorong Warga Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

Cakupan Cek Kesehatan Gratis Baru 3 Persen, Dinkes Kabupaten Kediri Targetkan 25 Persen di Akhir 2025

Penulis: Isya Anshori | Editor: faridmukarrom
Isya Anshori/ Tribun Mataraman
Cek kesehatan gratis di Balai Desa Bulupasar Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri awal Agustus 2025 lalu. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI -  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri terus mengoptimalkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah berlangsung sejak Maret 2025.

Hingga Agustus, layanan yang tercatat dalam aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) ini baru dimanfaatkan oleh 63.439 warga, atau sekitar 3,9 persen dari total target 1,6 juta penduduk.

Kepala Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khatib, menargetkan cakupan program bisa melonjak hingga 25 persen pada akhir 2025.

“Dari data sementara, 35,89 persen peserta terdeteksi hipertensi, 13,34 persen obesitas, dan 7,56 persen diabetes. Kami mengimbau warga rutin memeriksakan kesehatan, apalagi jika memiliki penyakit serius. Jangan menunggu sampai sakit parah,” jelasnya, Kamis (14/8/2025).

Baca juga: Polres Nganjuk Gelar Gerakan Pangan Murah, Jual Beras Medium SPHP di Bawah Harga Pasar

Khatib menyebut faktor penyebab penyakit bisa berasal dari keturunan, pola hidup, dan pola makan yang kurang sehat. Karena itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG, baik di puskesmas maupun di kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) yang digelar di berbagai lokasi.

Baca juga: Polres Nganjuk Gelar Gerakan Pangan Murah, Jual Beras Medium SPHP di Bawah Harga Pasar

Program ini tidak hanya bertujuan mendeteksi penyakit, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar masalah kesehatan dapat ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi komplikasi.

Dinkes juga melakukan skrining aktif hingga tingkat posyandu, mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari balita, remaja, hingga lansia.

Langkah ini sejalan dengan konsep siklus hidup untuk mendeteksi penyakit sejak awal.

“Hipertensi memang banyak terjadi pada usia produktif, tapi sekarang penyakit tidak menular juga bisa menyerang usia muda. Itulah mengapa skrining dilakukan menyeluruh,” tegas Khatib.

Ia pun mengajak seluruh warga Kabupaten Kediri untuk memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Deteksi dini memungkinkan penyakit segera ditangani sebelum menimbulkan komplikasi berat,” pungkasnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved