Kamis, 9 April 2026

Pesona Mataraman

Topeng Buatan Mbah Man Jadi Properti Pesta Halloween dan Pertunjukan Opera

Bisnis hajatan yang sepi mmebuat Mbah Man banting setir menjadi pembuat topeng. Tak disangka, topeng buatannya laris hingga ke mancanegara

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman/didik mashudi
Mbah Man menyelesaikan pembuatan pesanan topeng karakter dirumahnya Kelurahan Pakunden, Kota Kediri, Jumat (14/10/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Berawal dari Pandemi Covid 19, Maswanto yang akrab disapa Mban Man kehilangan mata pencaharian sebagai petugas dekorasi janur dan rias bunga pada acara hajatan.

Selama Pandemi Covid, acara hajatan memang tidak ada sehingga dia pun tidak mendapatkan penghasilan. Padahal dapur harus tetap ngebul dan kebutuhan biaya lainnya untuk rumah tangganya.

Namun warga Kelurahan Pakunden, Kota Kediri ini pantang menyerah.

Dia banting setir berkreasi membuat aneka macam topeng karakter. 

Baca juga: Perempuan Muda Lakukan Gendam ke Ibu-ibu di Surabaya dan Bawa Kabur Perhiasan Ratusan Juta Rupiah

Di luar dugaan, hasil karyanya banyak yang tertarik dan memesan untuk dibuat koleksi dan properti pertunjukan teater.

Malahan konsumennya tidak hanya dari dalam negeri tapi sampai mancanegara.

Hasil kreativitas Mbah Man sekarang dikoleksi seniman dan kolektor topeng dari Singapura, Italia, Yunani dan Australia.

"Saat Pandemi Covid mencari pekerjaan sulit, kemudian saya membuat topeng. Alhamdulillah hasil karya saya bisa laku di luar negeri," ungkap Maswanto di rumahnya, Jumat (15/10/2021). 

Kolektor asing membeli topeng kreasi sebagai properti Pesta Halloween di luar negeri. Ada juga yang digunakan untuk properti pertunjukan Opera di Singapura. Sedangkan pembeli lainnya digunakan untuk koleksinya.

"Topeng buatan saya dijual paling murah Rp 750.000 dan paling mahal sampai Rp 2 jutaan dengan rambut ekor kuda," jelasnya.

Mbah man perajin topeng di kediri
Mbah Man, perajin topeng di Kelurahan Pakunden, kota Kediri

Baca juga: Pencuri Motor di Kota Blitar Kembali Beraksi di Tempat Kos yang Pagarnya Tak Digembok

Sementara bahan untuk pembuatan topeng memanfaatkan kayu cangkring, kayu Dadap dan kayu pule yang mudah diukir. 

Sedangkan rambut menggunakan bulu ekor kuda dan ekor sapi. 

Sengaja rambut memanfaatkan ekor sapi dan kuda karena lebih awet dibandingkan menggunakan rambut sintetis. 

Sedangkan model topeng dibuat berdasarkan pesanan pembeli. Pihak pembeli yang mengirimkan foto topeng pesanannya, baru kemudian dibuatkan topengnya. "Satu topeng butuh waktu sekitar tiga hari," jelasnya. 

Mbah Man mengaku selama menekuni pembuatan topeng karakter yang bertampang mistis tidak pernah merasakan kejadian yang aneh-aneh. "Tidak ada, ini khan topeng buat hiburan," ungkapnya.

Baca juga: Kisah Etik, Pengusaha UMKM Brownies Kering Cemokot, Dapat Berkah saat Pandemi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved