Kamis, 30 April 2026

Kemacetan di Banyuwangi

SAKSI KATA - Kisah Sopir Truk 2 Hari Terjebak Kemacetan di Banyuwangi

Inilah cerita sopir truk yang selama 2 malam terjebak kemacetan di jalur menuju Kabupaten Banyuwangi

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
TERJEBAK MACET - Abdurrahman, sopir truk yang selama 2 hari 2 malam terjebak macet di kabupaten Banyuwangi. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | BANYUWANGI - Inilah cerita sopir truk yang selama 2 hari 2 malam terjebak kemacetan di jalur menuju kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

Sampai siang ini, Kamis, 24 Juli 2025, sopir truk itu masih tertahan dan belum berhasil menyeberang ke pelabuhan Gilimanuk, dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. 

Sopir truk itu adalah Abdurrahman. 

Baca juga: BREAKING NEWS - Jalur Situbondo-Banyuwangi Macet Parah, Truk Hanya Bisa Maju 5 Km Dalam Sehari

Wajahnya tampak letih. 

Dari dalam truk tronton, ia melihat ke arah kapal yang sedang bongkar muat di Dermaga LCM, Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Abdurahman sudah dua hari-dua malam terjebak di kemacetan.

Pada Selasa (22/7/2025), truk tronton yang ia kemudikan mulai terjebak macet di jalur Situbondo-Banyuwangi.

Tepatnya di daerah Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Baca juga: Picu Kemacetan Horor, Organda Minta Penutupan Jalur Gumitir Ditunda Dulu

Berjam-jam kemudian, kendaraannya merambat hingga sampai di sekitar Pelabuhan Ketapang.

Itupun ia belum bisa masuk ke pelabuhan.

Seluruh truk tronton diarahkan ke area parkir Dermaga Bulusan untuk menunggu giliran masuk ke Dermaga LCM.

"Sudah dua hari dua malam saya di sini," kata Abdurahman.

Sampai di Dermaga Bulusan, Abdurahman harus kembali menginap.

Banyaknya tronton yang antre dan jumlah kapal yang terbatas membuatnya harus menunggu lebih lama.

"Biasanya saya 3 hari perjalanan sudah bongkar. Ini mungkin harus lima hari," kata dia.

Abdurahman berangkat dari Gresik menuju Bali dengan membawa muatan semen.

Kamis siang, Abdurahman merasa cukup lega karena beberapa jam ke depan ia bisa mulai masuk ke kapal. Setelah penantian yang teramat panjang.

"Ini yang paling parah sejak saya menyopir. Dulu pernah macet tapi paling hanya sehari semalam menunggu," sambungnya.

Yudi, sopir tronton yang berangkat dari Surabaya, juga merasakan hal yang sama.

Ia sudah berhari-hari berada di jalanan hanya untuk menyebrang ke Bali.

"Waduh, sudah tidak bisa dihitung berapa lama saya di sini. Sudah hitungan hari," kata Yudi.

Sama dengan Abdurahman, Yudi juga merasakan kemacetan yang terjadi saat ini merupakan yang terparah. 

"Saya sudah menyopir delapan tahun. Ini paling parah," tambahnya.

Seperti diberitakan, kemacetan parah terjadi di jalur Situbondo-Banyuwangi, Kamis (24/7/2025). 

Kemacetan sudah berlangsung beberapa hari akibat pembatasan angkutan di Pelabuhan Ketapang dan diperparah dengan ditutupnya Jalur Gumitir yang menghubungkan Banyuwangi-Jember.

Kepala kemacetan terpantau di sekitar Pelabuhan Ketapang.

Meski terputus-putus, ekor kemacetan berada di jalan Alas Baluran, perbatasan Situbondo-Banyuwangi. Kemacetan didominasi kendaraan truk-truk besar.

Hingga Kamis siang, banyak sopir yang terjebak macet hingga di Alas Baluran. Jaraknya sekitar 28 kilometer (km) dari Pelabuhan Ketapang.

Pantauan di aplikasi Google Maps pada Kamis siang, kemacetan terpantau merata dari Alas Baluran hingga Pelabuhan Ketapang.

Jalur di aplikasi mayoritas merah yang artinya macet padat.

Beberapa simpul pertigaan juga terlihat stagnan. Kendaraan truk besar harus menunggu hingga berjam-jam untuk bisa bergerak beberapa ratus meter.

(aflahul abidin/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved