Sabtu, 25 April 2026

Program Sekolah Rakyat

Gelombang 2 Pendaftaran Siswa Sekolah Rakyat di Pacitan Diperpanjang

Gelombang 2 pendaftaran siswa Sekolah Rakyat di kabupaten Pacitan, Jawa Timur, diperpanjang hingga 20 Juli 2025. 

Editor: eben haezer
dok.prokopim pacitan
TAMBAH KUOTA - Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji bersama Plt Kadinsos Pacitan, Khemal Pandu Pratikna saat meninjau Sekolah Rakyat Pacitan yang telah mulai pada Senin (14/7/2025) di balai Pelatihan BKPSDM Pacitan, Jatim. Pendaftaran siswa Sekolah Rakyat Pacitan gelombang 2 diperpanjang. Ini setelah Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan mendapatkan restu dari Kementerian Sosial (Kemensos) memperpanjang pendaftaran hingga 20 Juli 2025. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | PACITAN - Gelombang 2 pendaftaran siswa Sekolah Rakyat di kabupaten Pacitan, Jawa Timur, diperpanjang hingga 20 Juli 2025. 

Plt Dinsos Pacitan, Khemal Pandu Pratikna mengatakan, perpanjangan pendaftaran dilakukan karena hingga 17 Juli 2025, Sekolah Rakyat di Pacitan baru mendapatkan 20 siswa.  Padahal, targetnya ada 100 siswa. 

"Karena itu kami minta izin Kemensos untuk memperpanjang masa pendaftaran dan diijinkan,” ungkap Plt Dinsos Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, Sabtu (19/7/2025).

Baca juga: Pemkab Tulungagung Putuskan Bakal Bangun Gedung Baru Untuk Sekolah Rakyat

Dia mengakui bahwa mencari calon siswa untuk gelombang 2 tidak semudah gelombang 1. 

Karena mereka harus betul-betul menyisir anak di Pacitan yang putus sekolah atau tidak sekolah.

“Ini itu sudah selesai kan ya pendaftaran masuk ke SMA umum. Kebanyakan sudah masuk dan aktif di sekolah umum,” terang Pandu—sapaan akrab—Plt Kadinsos Khemal Pandu Pratikna.

Dia menyebutkan, petugas PKH (Program Keluarga Harapan) dan camat sudah bergerak di lapangan untuk mencari calon siswa. 

Dinsos juga telah mengecek Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Saat ini, Dinsos bertugas mengedukasi masyarakat agar anaknya diijinkan sekolah.

“Sebenarnya data ATS (Anak Tidak Sekolah) itu ada. Kita dapat dari Dindik (Dinas Pendidikan) dan BPS (Badan Pusat Statistik),” tegasnya.

“Data kita ada 1.187 ATS (Anak Tidak Sekolah) secara total ya. Nah kita menyisir, melakukan edukasi dan lain-lain juga agar mereka mau dan sadar akan pendidikan itu penting,” pungkasnya.

(pramita kusumaningrum/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved