Minggu, 12 April 2026

Pendidikan

Banyak Sekolah Sepi Pendaftar, DPRD Minta Dikpora Trenggalek Lakukan Pemetaan ‎

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin meminta Dikpora Kabupaten Trenggalek untuk memetakan sekolah-sekolah yang kekurangan murid di tahun ini

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/sofyan arif candra
SDN 1 Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur hanya mendapatkan 2 murid baru menyambut Tahun Ajaran Baru 2025/2026. Minimnya lulusan Taman Kanak-kanak menjadi salah satu faktor SDN 1 Gembleb hanya mendapatkan 2 murid baru. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, menanggapi fenomena banyaknya sekolah di kabupaten Trenggalek yang tak kebagian murid di tahun ajaran baru 2025/2026. 

Sukarodin menyebut kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan dan perlu ditangani secara sistematis.

Terlebih lagi ada 1 Sekolah Dasar yang tidak mendapatkan murid sama sekali yaitu SDN 3 Sumurup, Kecamatan Bendungan.

Baca juga: Solusi Dewan Pendidikan Untuk Sekolah di Trenggalek yang Kekurangan Murid

‎Menurut Sukarodin, SD tersebut memang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong yang menyebabkan warga di sekitar PSN tersebut harus direlokasi.

‎"Karena di lingkungan sekolahan tersebut memang penduduknya pindah dikarenakan terdampak pembangunan Bendungan Bagong," kata Sukarodin, Rabu (16/7/2025).

Namun untuk puluhan SD lain yang kesulitan mendapatkan murid, harus diketahui akar masalahnya dan dicari solusinya bersama.

Sebagai langkah awal, Sukarodin meminta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Trenggalek untuk segera melakukan pemetaan potensi peserta didik.

‎Langkah ini dinilai penting guna menentukan langkah strategis, termasuk kemungkinan penggabungan beberapa sekolah.

‎"Kami meminta Dikpora untuk memetakan, apabila faktornya dikarenakan anak-anak di lingkungan itu mengalami penurunan anak di usia sekolah, maka perlu ada perencanaan untuk digabung," tegas Sukarodin.

‎Selain pemetaan potensi, ia juga mendesak agar Dikpora menyiapkan alternatif solusi dengan skema perencanaan ganda.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga menyoroti aspek mutu pendidikan yang dapat memengaruhi minat masyarakat.

‎Bila persoalan tersebut berkaitan dengan kualitas layanan pendidikan, maka evaluasi menyeluruh perlu segera dilakukan.

‎"Tapi kalau misal yang menjadi masalah adalah mutu pendidikan, maka perlu ada evaluasi terkait apa yang salah dan yang harus dibenahi, sehingga dapat diminati," terangnya.

Namun demikian, Sukarodin optimis kualitas pendidikan bisa ditingkatkan melalui kehadiran guru-guru baru dari skema PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

‎Menurutnya, tenaga pengajar muda ini membawa semangat baru dan pengetahuan yang relevan.

‎"Guru-guru muda PPPK ini ilmunya masih segar dan punya semangat tinggi. Jadi kami rasa alasan kualitas SDM kurang sudah tidak tepat," jelas Sukarodin

Dalam kesempatan itu, Sukarodin juga menanggapi wacana penggabungan sekolah yang dikhawatirkan jarak tempuh sekolah menjadi lebih jauh. 

‎Namun ia meyakini akses jalan yang telah membaik dapat mengurangi beban siswa.

‎"Tadi ada yang bilang jika digabung itu jaraknya terlalu jauh. Tapi jalan di Trenggalek sudah bagus, jadi saya rasa tidak ada masalah," pungkasnya.

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved